Introducing Arin

asisten pribadi dalam belajar investasi saham

|

Reksa Dana Investasi Pasti Untung! Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Investasi Pasti Untung! Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Pilihan Editor

3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pemula Sebelum Trading Forex

Mencicipi semua jenis instrumen investasi adalah hal yang paling saya gemari. Mulai dari hanya mengerti investasi saham, kini sudah tahu investasi reksa dana, obligasi...

Cara Membeli Reksa Dana Di Bareksa Melalui Website Dan Aplikasi (Update 25/4/18)

Bareksa - Reksa Dana, sebuah instrumen investasi yang populer di Indonesia. Reksa dana merupakan instrumen investasi dengan resiko dibawah saham dan diatas...

5 Alasan Kenapa Investasi Saham Dan Reksa Dana Harus Dilakukan Bersamaan

Investasi saham dan reksa dana - Jauh tahun 2014 lalu saya pertama kali mengenal investasi saham. Dengan modal terbatas, saya coba beranikan...

Investasi Pasti Untung! Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Setiap orang yang berinvestasi pasti mengharapkan untung. Oleh karena itu, semua investor harus berhati-hati dalam berinvestasi, agar terhindar dari kerugian. Dari banyaknya instrumen investasi yang beresiko, ternyata masih ada investasi pasti untung yang cocok untuk mereka yang tidak ingin rugi.

Tentu Anda bertanya-tanya jenis investasi apa itu?

- Iklan -

Investasi yang selalu memberikan keuntungan adalah Reksa dana pasar uang. Terdengar baru ditelinga Anda?

Ya, Reksa dana pasar uang adalah salah satu jenis investasi pasti untung. Sebenarnya masih ada satu lagi jenis investasi pasti untung, yaitu Obligasi pemerintah. Tapi saya tidak bahas obligasi pada artikel ini, tapi mengenal lebih dalam reksa dana pasar uang.

Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang atau biasa disingkat RDPU merupakan jenis investasi yang terkelompok dalam investasi reksa dana. Reksa dana sendiri memiliki 4 sub kategori yang paling mainstream, yaitu reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran dan pasar uang.

Potensi Return Risiko dan Komposisi Reksa Dana
Potensi Return Risiko dan Komposisi Reksa Dana. sumber foto: finansialku.com

Dari keempat sub reksa dana tersebut, reksa dana pasar uang adalah urutan paling belakang untuk profit dan resikonya. Maklum saja, dalam investasi semakin tinggi resiko semakin tinggi profitnya dan begitu juga sebaliknya.

BACA JUGA: Cara Membeli Reksa Dana Di Tokopedia Reksa Dana, Mulai Dari Rp 10.000

Tapi serendah-rendahnya keuntungan yang didapat dari reksa dana pasar uang, masih lebih tinggi dari deposito bank. Jika Anda melihat gambar dibawah, produk reksa dana pasar uang dapat memberi keuntungan hingga 6%, sedangkan deposito hanya 3%an dalam setahun.

investasi pasti untung

Belum lagi reksa dana pasar uang tergolong jenis investasi yang tidak termasuk dalam objek pajak, sehingga hasil investasi yang di dapat merupakan hasil bersih.

Kenapa Reksa Dana Pasar Uang jadi investasi pasti untung?

Tentu Anda bertanya-tanya kenapa reksa dana pasar uang (RDPU) begitu menguntungkan, tapi tidak memiliki resiko besar. Rahasianya adalah terdapat dalam portfolio yang dimiliki oleh RDPU sendiri.

Seperti namanya, RDPU berisikan produk-produk pasar uang. Pasar Uang merupakan sarana investasi dan mobilisasi dana jangka pendek. Kehadiran pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek yang sifatnya harus dipenuhi dengan segera.

BACA JUGA: Mengenal Reksa Dana, Keuntungan, Dan Resikonya

Terdapat 8 instrumen pasar uang di indonesia, yaitu:

Sertifikat Bank Indonesia (SBI): produk pasar uang yang diterbikan oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas jumlah uang beredar. Jangka waktunya 1 tahun atau dibawahnya.

Surat Berharga Pasar Uang (SBPU): produk pasar uang yang dikeluarkan oleh Bank Umum jika bank kekurangan likuiditas. SBPU hanya dapat dijual ke Bank Indonesia.

Surat Perbendaharaan Negara (SPN): Surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh negara, dalam Rupiah maupun Valas berjangka waktu sampai dengan 12 bulan dengan pembayaran bunga secara diskonto. Di beberapa Negara, SPN dikenal dengan sebutan Treasury Bills (T-Bills).

Sertifikat Deposito: Instrumen keuangan yang diterbitkan oleh suatu bank atas unjuk dan dinyatakan dalam suatu jumlah, jangka waktu dan tingkat bunga tertentu. Produk deposito dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Surat Berharga Komersial: atau juga dikenal “Commercial Paper” merupakan surat sanggup (promise) tanpa jaminan (unsecured debt) yang diterbitkan oleh perusahaan dan diperdagangkan melalui bank atau perusahaan efek, berjangka waktu pendek (short term) dan diperdagangkan dengan sistem diskonto. Jangka waktunya paling lama 270 hari.

Call Money: Kegiatan pinjam meminjam dana antara bankyang terjadi dalam proses kliring di Bank Indonesia. Call money disediakan bagi bank yang mengalami kalah kliring untuk dan tidak memiliki likuiditas cukup untuk menutup kekalahan kliring. Jangka waktu kredit berkisar 1 s/d 7 hari.

Repurchase Agreement (REPO): Transaksi jual beli surat-surat berharga disertai dengan perjanjian bahwa penjual akan membeli kembali surat-surat berharga yang dijual tersebut pada tanggal dan dengan harga yang telah ditetapkan. REPO juga berfungsi seperti secured loan, yang menggunakan instrumen Obligasi korporasi, Obligasi Negara (Surat Utang Negara), SBI (Sertifikat Bank Indonesia) dan Saham sebagai jaminannya.

Banker’s Acceptance: Suatu instrumen pasar uang yang digunakan untuk memberikan kredit pada eksportir atau importir untuk membayar sejumlah barang atau untuk membeli valuta asing. Jangka waktu Bank acceptance berkirsar antara 1 sampai 6 bulan. Bunga sekuritas didapatkan dengan sistem diskonto dimana bunganya dibayarkan dimuka berupa diskon terhadap nilai nominalnya.

Reksa dana pasar uang (RDPU) berisikan portofolio produk-produk pasar uang, berupa deposito dan surat utang jangka pendek (di bawah 12 bulan), sehingga tidak heran jika keuntungan yang didapat stabil naik dan tidak beresiko tinggi.

Seperti yang tertera pada chart milik Bareksa dibawah ini. Produk reksa dana pasar uang memiliki pertumbuhan nilai yang selalu positif.

investasi pasti untung
Investasi Pasti Untung! Mengenal Reksa Dana Pasar Uang 1

Bila Anda berinvestasi di produk reksa dana pasar uang, maka hasil yang didapatkan bisa antara 4-6% pertahun atau 15-17% per 3 tahun dan 30% per 5 tahun.

Keuntungan dan Kerugian Reksa dana pasar uang

Anda kini telah mengetahui reksa dana pasar uang sebagai jenis investasi pasti untung. Kini saatnya mengetahui keuntungan dan kerugian yang akan ditanggung investor reksa dana.

Keuntungan Reksa dana pasar uang

Sebagai intrumen investasi yang menjanjikan, reksa dana pasar uang memberikan beberapa manfaat dan keuntungan bagi investornya, yaitu:

Memberi keuntungan yang besar

Meski dalam kategori keseluruhan, reksa dana pasar uang memiliki return yang kecil, tapi di kelasnya RDPU merupakan instrumen investasi yang memberikan return yang besar. Jika deposito hanya dapat memberikan keuntungan 4% setiap tahunnya, reksa dana pasar uang mampu memberikan 6% atau lebih.

Portofolio yang terus diracik secara berkala oleh Manajer Investasi membuat reksa dana pasar uang begitu diminati oleh investor yang ingin selalu mendapatkan untung dengan kerugian yang minim.

Bisa dimulai dengan modal kecil

Kemudahan berinvestasi di reksa dana pasar uang semakin terasa dengan modal awal yang kecil. Dengan hanya 50 ribu atau 100 ribu, investor dapat berinvestasi di RDPU.

Bisa dicairkan kapan saja

Jika pada umumnya deposito hanya dapat diambil jika masa program telah berakhir setiap setahun sekali, maka di reksa dana pasar uang investor dapat mencairkan dananya kapan saja, tanpa harus menunggu hingga 1 tahun.

Masa investasi flexibel, tidak ada batasan

Berinvestasi di reksa dana pasar uang tidak mengenal waktu. Hari ini berinvestasi, besok bisa dijual kembali.

Kerugian Reksa dana pasar uang

Meski terkenal dengan jenis investasi yang selalu untung, ternyata reksa dana pasar uang memiliki resiko. Karena tentu semua jenis investasi ada resikonya.

BACA JUGA: Cara Membaca Laporan Reksa Dana “Fund Fact Sheet”

Beresiko

Manajer Investasi sebagai pihak yang menggunakan uang investor untuk di investasikan di instumen pasar uang bisa saja mengalami performa yang buruk, sehingga kerugian bisa saja terjadi. Tapi dalam pasar uang terdapat batasan kerugian sebesar 10%, sehingga Anda tidak mungkin kehilangan uang hingga 100%.

Keuntungan tidak pasti

Dibanding deposito yang memberikan bunga pasti, reksa dana pasar uang tidak dapat menjanjikan hal tersebut. Hal tersebut membuat keuntungan dan kerugian tidak dapat diprediksi. Kabar baiknya, ini memberikan peluang Anda mendapatkan untung yang lebih tinggi dari deposito.

Demikian artikel tentang investasi pasti untung ala reksa dana pasar uang.

- Iklan -

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Terpopuler

BNI Sekuritas: Cara Mendaftar, Beli Saham Dan 5 Kelebihannya (Update 1/5/19)

Dunia saham bukan lagi hal yang tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dengan tingkat resiko...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Mandiri Sekuritas, Reguler Dan Syariah (Update 19/1/18)

Setalah sebelumnya saya membuat artikel cara mendaftar dan beli saham melalui BNI Sekuritas, kali ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat akun di...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Indo Premier Sekuritas “IndoPremier” (Update 12/2/19)

Perhatian: Saat ini membuka akun efek di IndoPremier sudah paperless, sehingga tidak diperlukan lagi mengirim berkas. Klik Disini untuk cara daftar...

Wajib Untuk Pemula, Sekolah Pasar Modal Level 1 & Level 2 (Update 24/2/18)

Sekolah Pasar Modal (SPM) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat...

Simulasi Asli “Yuk Nabung Saham”, Lengkap Dengan Laporan Bulanan

simulasi nabung saham - Banyak email masuk ke saya seputar investasi saham, pertanyaan yang paling sering adalah bagaimana cara menabung saham, harus...

Ingin belajar saham dari Nol hingga mahir? Meet Arin!

Terbaru

Ingin Cari Pinjaman Tanpa Riba & Bunga? Ini 5 Tempatnya

Pernah terpikir ingin membangun bisnis tanpa modal? Ingin pinjam tanpa bunga? Memangnya ada ya? Ternyata jawabannya ada.Berikut...

Wajib Teliti, Ini 4 Ciri Pinjaman Abal-Abal yang Harus Diwaspadai

Mengingat saat ini banyak yang membutuhkan pinjaman dana tunai tidak mengherankan jika banyak bank atau lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan tawaran...

Hindari, 6 Kesalahan Umum dalam Investing di Indonesia

Berinvestasi atau investing bisa kita lakukan dibanyak instrumen, mulai dari deposito yang memiliki resiko rendah hingga investasi saham yang memiliki resiko tinggi....

Pengalaman Jual Emas Antam 10 Gram Batangan di Pegadaian

Pegadaian - Dua bulan yang lalu saya beli emas Antam batangan secara online di marketplace.Alasan saya beli...

Bibit: Cara Mendaftar, Beli Reksa Dana Online dan 6 Kelebihannya

Bibit - Saat ini membeli reksa dana semakin mudah tanpa harus lagi ke bank, karena reksa dana sudah dijual secara online melalui...

2 KOMENTAR

  1. halo mas irfan,
    untuk pemula yang mau investasi, sebaiknya lebih condong ke reksadana pasar uang atau saham mas? dan perbedaan nya dimana?, sementara kalau reksadana buka rekening nya harus datang ke bank atau bisa lewat app online seperti Bukalapak?

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu