PANDUAN INVESTASI UNTUK PEMULA

/

Reksa Dana Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Reksa Dana memiliki 4 jenis, yaitu Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendatapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Campuran. Bingung ingin invetasi reksa dana jenis apa? Cari yang cocok dengan Anda disini

Siapa tau mau baca

Mulai Halal Lifestyle Dari Sekarang

Pemeritah Indonesia kini tengah berusaha keras untuk meningkatkan pertubuhan ekonomi syariah di Indonesia.Oleh karena itu, pemerintah melalui instansi terkait terus berupaya mendorong pertubuhan ini...

Pengalaman Beli Emas Batangan Di Tokopedia, Dapat CASHBACK Rp 500,000

Apakah kamu pelanggan setia yang sering belanja online di Tokopedia? Tentu kamu sudah tahu kalau Tokopedia tanggal 17 Mei lalu bagi-bagi THR...

Cara Beli Reksa Dana Bareksa Melalui Website Dan Aplikasi (UPDATE: 21/4/2020)

Bareksa - Reksa Dana, sebuah instrumen investasi yang populer di Indonesia. Reksa dana merupakan instrumen investasi dengan resiko dibawah saham dan diatas...

Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Reksa Dana memiliki 4 jenis, yaitu Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendatapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Campuran. Bingung ingin invetasi reksa dana jenis apa? Cari yang cocok dengan Anda disini

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi alternatif bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan bagi pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

- Iklan -

Umumnya, Reksa dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

BACA JUGA: 5 Tips Melakukan Investasi Reksa Dana Yang Baik Dan Benar

Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Jenis Reksa Dana Berdasarkan Isi Portofolio

1. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

a. Manajer Investasi akan menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas

b. Level risiko dan imbal hasilnya tinggi yang berasal dari capital gain penjualan saham serta pembagian dividen

c. Tujuannya adalah untuk menghasilkan return yang tinggi dalam jangka waktu panjang d. Cocok bagi investor yang bersifat risk-seeker yang berorientasi jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga saham jangka pendek

2. Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)

a. Secara fleksibel Reksa Dana ini menginvestasikandananya padaefek bersifat Ekuitas, Efek bersifat Utang serta Pasar Uang sesuai market timing saat itu dalam kondisi bullish atau bearish

b. Level risiko dan imbal hasilnya moderat

c. Tujuannya untuk tingkat pengembalian yang moderat dalam rentrang waktu yang moderat

d. Cocok bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan bersedia untuk menerima risiko dan imbal hasil yang sedikit lebih besar.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

a. Reksa Dana ini menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.

b. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

c. Level risiko dan imbal hasilnya moderat

d. Cocok bagi investor yang memiliki profil yang moderat terhadap risiko dan memiliki tujuan investasi jangka menengah

4. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

a. Investasi hanya dilakukan pada instrumen pasar uang yang memiliki periode jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, seperti deposito berjangka, SBI, dan commercial papers yang memiliki rating tinggi..

b. Tujuannya adalah untuk:

i. Menjaga likuiditas dan memelihara kecukupan modal

ii. Mendapatkan imbal hasil yang teratur

c. Level risiko dan imbal hasilnya rendah

d. Cocok bagi investor yang benar-benar menghindari risiko dan memiliki tujuan investasi jangka pendek.

e. Tidak seperti investasi deposito yang mengenakan denda saat mencairkan uang sebelum waktu jatuh tempo, Anda bisa setiap saat menjual reksa dana ini tanpa harus membayar denda dan biaya penjualan.

Apa Profil Risiko Anda?

Sudah kenalan dengan semua jenis-jenis reksa dana? Tentu Anda sudah menentukan reksa dana yang diinginkan. Namun, perlu diketahui bahwa membeli reksa dana jangan dilihat dari tingginya imbal balik saja, tapi juga lihat dari sisi psikologi resiko investasi Anda.

Dalam berinvestasi itu ada beberapa tingkatan yang disebut “profil resiko”. Profil risiko seseorang menggambarkan tingkat toleransinya terhadap risiko, atau sejauh mana Anda dapat menanggung risiko yang akan dihadapi. Profil risiko ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, lingkungan dan pemahaman mengenai investasi. Secara umum, terdapat tiga jenis kategori investor berdasarkan profil risikonya:

a. Konservatif
Cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, misalnya deposito. Sedangkan untuk jenis instrumen berisiko seperti obligasi atau saham, dia hanya mengalokasikan sebagian kecil dari dana investasinya.

b. Moderat
Cenderung berani mengambil risiko yang lebih besar, namun tetap berhati-hati dalam memilih jenis instrumen investasi, dan biasanya membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.

c. Agresif
Cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi sehinga berani menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen berisiko.

Dari ketiga profile tersebut, anda dapat mengatur mindset seberapa jauh toleransi dalam menghadapi return dan risk investasi reksa dana.

Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri kalau memang ternyata profile resiko investasi masih dalam kategori konserfatif. Karena saya sendiri yang sudah bertahun-tahun melakukan investasi tapi profil resiko saya masih moderat, maklum faktor ilmu.

Lalu, apa reksa dana yang cocok untuk Anda bila dicocokkan dengan profil resiko?

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko konserfatif, maka memilih reksa dana jenis pasar uang adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memiliki imbal investasi yang stabil sehingga cocok untuk orang yang memiliki profil resiko konserfatif.

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko moderat seperti saya, maka memilih reksa dana jenis pendapatan tetap adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memiliki resiko yang tidak terlalu berdampak karena alokasi portofolionya di isi dengan “efek hutang” atau “pasar uang”.

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko agresif, maka memilih reksa dana jenis saham atau cempuran adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memberikan Anda return yang fantastis dalam hitungan tahun bahkan sebulannya bisa sampai 13% (tergantung produk reksa dananya). Bila Anda siap menerima resiko yang besar tapi juga mengharapkan imbal investasi yang besar, reksa dana saham dan reksa dana campuran pilihannya.

Nahhh… kira-kira seperti itulah mengukur jenis reksa dana apa yang terbaik untuk Anda. semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.

 

 

 

- Iklan -

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Cari artikel belajar investasi di Indonesia

  • Baca artikel GRATIS
  • Konsultasi investasi via email
  • Review platform investasi

Ingin belajar saham dari Nol hingga mahir? Meet Arin!

Terbaru

9 Marketplace Reksadana Online Terbaik 2020, Ulas Kelebihan dan Kekurangannya

Perkembangan markerplace reksadana online semakin hari semakin mudah saja, khususnya untuk investor pemula. Saat ini, sudah banyak platform reksa dana online yang...

Apa itu Saham? Ini Cara Investasi dan Dapat Untung dari Saham

Saham merupakan instrumen investasi yang populer dikalangan investor, karena memberikan return yang tinggi. Sebut saja seperti Lo Kheng Hong, yang dijuluki Warren...

Hadapi Pandemi Virus Corona, 6 Kiat Ini Bisa Selamatkan Keuangan Kamu

Dampak virus corona bukan saja mengerikan dari sisi kesehatan, tapi juga berdampak parah pada kondisi ekonomi. Jika ingin selamat dari krisis ekonomi...

Pengalaman Deposito Bank Mandiri via Aplikasi Mandiri Online (UPDATE: 18/5/2020)

Deposito Bank Mandiri merupakan salah satu produk deposito yang banyak dicari orang, karena berstatus bank kompeten dan memberikan bunga yang menarik.

Pengalaman Deposito Syariah Rp 10 Juta Di Bank Permata via PermataMobile X (UPDATE: 14/5/20)

Deposito atau deposito syariah merupakan jenis investasi yang cocok untuk investor bertipe konservatif, karena resikonya yang rendah dan memberikan bunga/bagi hasil yang...

5 KOMENTAR

  1. Maaf Bang mau tanya reksa dana saham. RD saham itu kan baiknya untuk jangka menengah dan panjang. Tolong dijelaskan,simulasinya begini..
    Rencana masuk RD saham 6-7th. Invest rutin tiap bulan dg nominal yg sama.
    Ditahun ke4 kita udah ada kenaikan NAB yg cukup tinggi, (kita ga tau return max brp kan ya) ttp bertahan atau dijual? Bagaimana strateginya jika ditahun berikutnya harga turun cukup lama,apakah bertahan atau dijual?
    Dan bgaimana jika dalam 6-7 th yg direncanakan invest kita cenderung stagnan(berkisar di max return tahun ke 4 saat itu) atau bahkan lebih buruk lagi. Artinya tujuan kita tidak tercapai. Bagaimana kt mengambil sikap.
    Return paling tinggi di tahun ke 4. Apakah ini artinya kita “hanya” rugi di waktu,krn ambil jangka panjang tp malah kecil returnnya.
    Atau kita jual disaat tertinggi kemudian beli disaat turun(dlm rencana 6-7th tsb),macam trading tp bukan harian. Jadi bisa menghindari total loss di tahun berikutnya.
    Maaf belepotan,Semoga Abang bisa menangkap apa yg saya maksud.terima kasih sebelumnya

    • Belum niat masuk investasi uang digital bang, terlalu beresiko. Kalau udah stabil dan ada benchmark yang jelas baru mau masuk 🙂

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu