Introducing Arin

asisten pribadi dalam belajar investasi saham

|

Reksa Dana Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Reksa Dana memiliki 4 jenis, yaitu Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendatapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Campuran. Bingung ingin invetasi reksa dana jenis apa? Cari yang cocok dengan Anda disini

Pilihan Editor

Ingin Trading Forex? Ini 4 Hal Yang Harus Pemula Ketahui

Tahukan Anda diantara banyakan instrumen investasi yang diperdagangkan, Forex merupakan instrumen dengan kapasitas pasar paling besar di seluruh dunia. Bila dijumlahkan dalam...

Melirik Cerahnya Investasi Emas, Pengalaman Pertama Buka Tabungan Emas

Investasi bukanlah kata yang asing, pasti banyak diantara kita yang sering mendengat kata-kata ini. Arti invetasi sendiri sebenarnya sangat luas, karena setiap orang dan...

BTN Digital Solution, Kemudahan Transaksi Apapun Dalam Genggaman

Memasukin era globalisasi digital, kini manusia terus dituntun mengerjakan sesuatu dengan cepat, mudah, dan aman. Dengan adanya dunia digital, semua orang dapat melakukan apapun...

Mengenal 4 Jenis Reksa Dana, Mana Yang Paling Cocok Dengan Anda?

Reksa Dana memiliki 4 jenis, yaitu Reksa Dana Saham, Reksa Dana Pendatapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Campuran. Bingung ingin invetasi reksa dana jenis apa? Cari yang cocok dengan Anda disini

Reksa dana adalah salah satu instrumen investasi alternatif bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan bagi pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa dana juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia.

- Iklan -

Umumnya, Reksa dana diartikan sebagai Wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Mengacu kepada Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) didefinisikan bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

BACA JUGA: 5 Tips Melakukan Investasi Reksa Dana Yang Baik Dan Benar

Dengan demikian, dana yang ada dalam Reksa Dana merupakan dana bersama para pemodal, sedangkan manajer investasi adalah pihak yang dipercaya untuk mengelola dana tersebut.

Jenis Reksa Dana Berdasarkan Isi Portofolio

1. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

a. Manajer Investasi akan menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas

b. Level risiko dan imbal hasilnya tinggi yang berasal dari capital gain penjualan saham serta pembagian dividen

c. Tujuannya adalah untuk menghasilkan return yang tinggi dalam jangka waktu panjang d. Cocok bagi investor yang bersifat risk-seeker yang berorientasi jangka panjang dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi harga saham jangka pendek

2. Reksa Dana Campuran (Balanced Fund)

a. Secara fleksibel Reksa Dana ini menginvestasikandananya padaefek bersifat Ekuitas, Efek bersifat Utang serta Pasar Uang sesuai market timing saat itu dalam kondisi bullish atau bearish

b. Level risiko dan imbal hasilnya moderat

c. Tujuannya untuk tingkat pengembalian yang moderat dalam rentrang waktu yang moderat

d. Cocok bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan bersedia untuk menerima risiko dan imbal hasil yang sedikit lebih besar.

3. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

a. Reksa Dana ini menempatkan sekurang-kurangnya 80% dari aktivanya dalam bentuk Efek bersifat utang atau obligasi jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.

b. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil.

c. Level risiko dan imbal hasilnya moderat

d. Cocok bagi investor yang memiliki profil yang moderat terhadap risiko dan memiliki tujuan investasi jangka menengah

4. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

a. Investasi hanya dilakukan pada instrumen pasar uang yang memiliki periode jatuh tempo kurang dari 1 (satu) tahun, seperti deposito berjangka, SBI, dan commercial papers yang memiliki rating tinggi..

b. Tujuannya adalah untuk:

i. Menjaga likuiditas dan memelihara kecukupan modal

ii. Mendapatkan imbal hasil yang teratur

c. Level risiko dan imbal hasilnya rendah

d. Cocok bagi investor yang benar-benar menghindari risiko dan memiliki tujuan investasi jangka pendek.

e. Tidak seperti investasi deposito yang mengenakan denda saat mencairkan uang sebelum waktu jatuh tempo, Anda bisa setiap saat menjual reksa dana ini tanpa harus membayar denda dan biaya penjualan.

Apa Profil Risiko Anda?

Sudah kenalan dengan semua jenis-jenis reksa dana? Tentu Anda sudah menentukan reksa dana yang diinginkan. Namun, perlu diketahui bahwa membeli reksa dana jangan dilihat dari tingginya imbal balik saja, tapi juga lihat dari sisi psikologi resiko investasi Anda.

Dalam berinvestasi itu ada beberapa tingkatan yang disebut “profil resiko”. Profil risiko seseorang menggambarkan tingkat toleransinya terhadap risiko, atau sejauh mana Anda dapat menanggung risiko yang akan dihadapi. Profil risiko ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor usia, lingkungan dan pemahaman mengenai investasi. Secara umum, terdapat tiga jenis kategori investor berdasarkan profil risikonya:

a. Konservatif
Cenderung memilih instrumen investasi yang sangat aman dengan hasil yang sudah diketahui sebelumnya, misalnya deposito. Sedangkan untuk jenis instrumen berisiko seperti obligasi atau saham, dia hanya mengalokasikan sebagian kecil dari dana investasinya.

b. Moderat
Cenderung berani mengambil risiko yang lebih besar, namun tetap berhati-hati dalam memilih jenis instrumen investasi, dan biasanya membatasi jumlah investasi pada instrumen berisiko.

c. Agresif
Cenderung berani mengambil risiko yang lebih tinggi sehinga berani menempatkan sebagian besar dananya pada instrumen berisiko.

Dari ketiga profile tersebut, anda dapat mengatur mindset seberapa jauh toleransi dalam menghadapi return dan risk investasi reksa dana.

Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri kalau memang ternyata profile resiko investasi masih dalam kategori konserfatif. Karena saya sendiri yang sudah bertahun-tahun melakukan investasi tapi profil resiko saya masih moderat, maklum faktor ilmu.

Lalu, apa reksa dana yang cocok untuk Anda bila dicocokkan dengan profil resiko?

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko konserfatif, maka memilih reksa dana jenis pasar uang adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memiliki imbal investasi yang stabil sehingga cocok untuk orang yang memiliki profil resiko konserfatif.

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko moderat seperti saya, maka memilih reksa dana jenis pendapatan tetap adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memiliki resiko yang tidak terlalu berdampak karena alokasi portofolionya di isi dengan “efek hutang” atau “pasar uang”.

Bila Anda cenderung memiliki profile resiko agresif, maka memilih reksa dana jenis saham atau cempuran adalah yang terbaik. Reksa dana yang satu ini memberikan Anda return yang fantastis dalam hitungan tahun bahkan sebulannya bisa sampai 13% (tergantung produk reksa dananya). Bila Anda siap menerima resiko yang besar tapi juga mengharapkan imbal investasi yang besar, reksa dana saham dan reksa dana campuran pilihannya.

Nahhh… kira-kira seperti itulah mengukur jenis reksa dana apa yang terbaik untuk Anda. semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.

 

 

 

- Iklan -

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Terpopuler

BNI Sekuritas: Cara Mendaftar, Beli Saham Dan 5 Kelebihannya (Update 1/5/19)

Dunia saham bukan lagi hal yang tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dengan tingkat resiko...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Mandiri Sekuritas, Reguler Dan Syariah (Update 19/1/18)

Setalah sebelumnya saya membuat artikel cara mendaftar dan beli saham melalui BNI Sekuritas, kali ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat akun di...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Indo Premier Sekuritas “IndoPremier” (Update 12/2/19)

Perhatian: Saat ini membuka akun efek di IndoPremier sudah paperless, sehingga tidak diperlukan lagi mengirim berkas. Klik Disini untuk cara daftar...

Wajib Untuk Pemula, Sekolah Pasar Modal Level 1 & Level 2 (Update 24/2/18)

Sekolah Pasar Modal (SPM) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat...

1 Jam Langsung Jadi, Cara Daftar Akun IndoPremier Sekuritas + Cara Beli Saham

Indopremier - Semakin hari dunia investasi saham semakin maju. Hal ini dapat saya rasakan sendiri mulai dari mudahnya belajar saham dengan mengikuti...

Ingin belajar saham dari Nol hingga mahir? Meet Arin!

Terbaru

Pemula Masuk, 5 Alasan Untuk Tidak Beli Saham Gorengan, Ini Ciri-Cirinya! (Dengan Simulasi Asli)

Mau instan kaya dari saham? saham gorengan bisa jadi jawabannya.Trading di saham gorengan bisa membuat trader kaya...

100% Siap Jalankan Qanun Lembaga Keuangan Syariah Untuk Ekonomi Aceh Lebih Baik

Pada 31 Desember 2018 silam, pemerintah Aceh resmi menerapkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS), sebagai trobosan...

Gaya Milenial Bangun Rumah Tangga, Mulai dari Investasi hingga Melindungi yang Tersayang

Beberapa bulan terakhir hati saya sedang berbunga-bunga..Bukan karena penghasilan Google Adsense meningkat atau cuan investasi, tapi sebuah...

Ingin Cari Pinjaman Tanpa Riba & Bunga? Ini 5 Tempatnya

Pernah terpikir ingin membangun bisnis tanpa modal? Ingin pinjam tanpa bunga? Memangnya ada ya? Ternyata jawabannya ada.Berikut...

Wajib Teliti, Ini 4 Ciri Pinjaman Abal-Abal yang Harus Diwaspadai

Mengingat saat ini banyak yang membutuhkan pinjaman dana tunai tidak mengherankan jika banyak bank atau lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan tawaran...

5 KOMENTAR

  1. Maaf Bang mau tanya reksa dana saham. RD saham itu kan baiknya untuk jangka menengah dan panjang. Tolong dijelaskan,simulasinya begini..
    Rencana masuk RD saham 6-7th. Invest rutin tiap bulan dg nominal yg sama.
    Ditahun ke4 kita udah ada kenaikan NAB yg cukup tinggi, (kita ga tau return max brp kan ya) ttp bertahan atau dijual? Bagaimana strateginya jika ditahun berikutnya harga turun cukup lama,apakah bertahan atau dijual?
    Dan bgaimana jika dalam 6-7 th yg direncanakan invest kita cenderung stagnan(berkisar di max return tahun ke 4 saat itu) atau bahkan lebih buruk lagi. Artinya tujuan kita tidak tercapai. Bagaimana kt mengambil sikap.
    Return paling tinggi di tahun ke 4. Apakah ini artinya kita “hanya” rugi di waktu,krn ambil jangka panjang tp malah kecil returnnya.
    Atau kita jual disaat tertinggi kemudian beli disaat turun(dlm rencana 6-7th tsb),macam trading tp bukan harian. Jadi bisa menghindari total loss di tahun berikutnya.
    Maaf belepotan,Semoga Abang bisa menangkap apa yg saya maksud.terima kasih sebelumnya

    • Belum niat masuk investasi uang digital bang, terlalu beresiko. Kalau udah stabil dan ada benchmark yang jelas baru mau masuk 🙂

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu