Introducing Arin

asisten pribadi dalam belajar investasi saham

|

Reksa Dana Mengenal Reksa Dana, Keuntungan, Dan Resikonya

Mengenal Reksa Dana, Keuntungan, Dan Resikonya

Pilihan Editor

3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pemula Sebelum Trading Forex

Mencicipi semua jenis instrumen investasi adalah hal yang paling saya gemari. Mulai dari hanya mengerti investasi saham, kini sudah tahu investasi reksa dana, obligasi...

[Advertorial] 5 Tips Melakukan Investasi Reksa Dana Yang Baik Dan Benar

Investasi reksa dana merupakan salah satu jenis investasi favorit yang banyak dipilih oleh masyarakat. Reksa dana adalah sebuah insturmen investasi yang merupakan wadah untuk...

Review: Money Lover, Aplikasi Manajemen Keuangan Yang Saya Pakai

Money Lover - Mengatur keuangan dan mencatatkan arus kas bisa jadi yang paling rebet dan malas dilakukan oleh beberapa orang, termasuk saya....

Mengenal Reksa Dana, Keuntungan, Dan Resikonya

Jakarta – Investasi Reksa Dana adalah salah satu intrumen investasi yang populer di Indonesia. Reksa Dana merupakan wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana.

Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya (Wikipedia).

investasi reksa dana
- Iklan -

Daftar isi

Sekilas investasi reksa dana

Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”

Dari kedua definisi di atas, terdapat empat unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:

  1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan panjang.
http://userfiles.hukumonline.com/image/Reksa%20dana-IH-110213-skema(1).jpg
Mekanisme Investasi Reksa Dana

Hukum dalam Reksa Dana

Reksa dana memiliki dua bentuk yaitu berbentuk Perseroan dan berbentuk Kontrak Investasi Kolektif. Selanjutnya kami akan jelaskan satu persatu.   1.    Reksa Dana Perseroan

Reksa dana perseroan dapat berbentuk perseroan terbuka atau perseroan tertutup (Pasal 18 ayat [2] UUPM). Pengaturan reksa dana perseroan selanjutnya diatur dalam Peraturan IV.A.3 Keputusan Ketua Bapepam No.Kep-13/PM/2002 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Perseroan (“Peraturan IV.A.3”) serta dalam Peraturan IV.A.4 – Keputusan Ketua Bapepam No. 14/PM/2002 tentang Pedoman Kontrak Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Perseroan (“Peraturan IV.A.4”).

Reksa dana perseroan biasanya berbentuk PT sehingga juga harus mengacu pada ketentuan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dana yang disetorkan oleh investor kepada reksa dana perseroan terbagi dalam saham-saham. Oleh karena berbentuk PT maka karakteristik utama reksa dana perseroan adalah berbentuk badan hukum. Oleh karena itu tanggung jawab hukum ada pada PT itu sendiri melalui Direksi.

BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Investasi Saham Dan Reksa Dana Harus Dilakukan Bersamaan

Apabila investor ingin menarik dananya pada reksa dana perseroan tertutup, maka dapat menjual kembali sahamnya kepada Reksa Dana. Sedangkan untuk reksa dana perseroan terbuka, saham dapat dijual kembali melalui Bank Kustodian atau agen penjual yang ditunjuk oleh Manajer Investasi (Peraturan IV.A.3. angka 17).   2.    Reksa Dana Kontrak Investasi Kolektif

Pengertian Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dapat ditemukan dalam Penjelasan Pasal 18 ayat (1) huruf b UUPM. Kontrak investasi kolektif adalah kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan di mana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.

Reksa Dana berbentuk kontrak investasi kolektif menghimpun dana dengan menerbitkan Unit Penyertaan kepada masyarakat pemodal dan selanjutnya dana tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis Efek yang diperdagangkan di Pasar Modal dan di pasar uang.

Berbeda dengan reksa dana perseroan, dana yang telah disetorkan oleh investor akan terbagi dalam unit-unit penyertaan yang memiliki nominal tertentu per lembarnya. Dasar hukum:

1.    Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal

2.    Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas

3.    Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan

4.    Peraturan IV.A.3 – Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-13/PM/2002 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Perseroan

5.    Peraturan IV.A.4 – Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 14/PM/2002 tentang Pedoman Kontrak Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Perseroan

6.    Peraturan Nomor IV.B.1 – Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan Nomor KEP-552/BL/2010 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif

7.    Peraturan Nomor IV.B.2 – Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan Nomor KEP-553/BL/2010 Tahun 2010 tentang Pedoman Kontrak Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif

Keuntungan dan resiko reksa dana

Manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam Reksa Dana, antara lain:

  • Pertama, pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portfolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak tidak memiliki dana besar. Dengan Reksa Dana, maka akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang, artinya investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, obligasi.
  • Kedua, Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah, namun memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri, dimana tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.
  • Ketiga, Efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi pada Reksa Dana dimana dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional, maka pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena hal tersebut telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

Seperti halnya wahana investasi lainnya, disamping mendatangkan berbagai peluang keuntungan, Reksa Dana pun mengandung berbagai peluang risiko, antara lain:

  • Risko Berkurangnya Nilai Unit Penyertaan.
    Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portfolio Reksa Dana tersebut.
  • Risiko Likuiditas
    Risiko ini menyangkut kesulitan yang dihadapi oleh Manajer Investasi jika sebagian besar pemegang unit melakukan penjualan kembali (redemption) atas unit-unit yang dipegangnya. Manajer Investasi kesulitan dalam menyediakan uang tunai atas redemption tersebut.
  • Risiko Wanprestasi
    Risiko ini merupakan risiko terburuk, dimana risiko ini dapat timbul ketika perusahaan asuransi yang mengasuransikan kekayaan Reksa Dana tidak segera membayar ganti rugi atau membayar lebih rendah dari nilai pertanggungan saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti wanprestasi dari pihak-pihak yang terkait dengan Reksa Dana, pialang, bank kustodian, agen pembayaran, atau bencana alam, yang dapat menyebabkan penurunan NAB (Nilai Aktiva Bersih) Reksa Dana.

Untuk dapat membeli produk Reksa Dana kamu dapat mendatangi manajar investasi atau bank terdekat, selamat berinvestasi.

Silahkan bertanya melalui komentar untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: Wikipedia, Hukumonline.com, IDX

- Iklan -

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Terpopuler

BNI Sekuritas: Cara Mendaftar, Beli Saham Dan 5 Kelebihannya (Update 1/5/19)

Dunia saham bukan lagi hal yang tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dengan tingkat resiko...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Mandiri Sekuritas, Reguler Dan Syariah (Update 19/1/18)

Setalah sebelumnya saya membuat artikel cara mendaftar dan beli saham melalui BNI Sekuritas, kali ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat akun di...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Indo Premier Sekuritas “IndoPremier” (Update 12/2/19)

Perhatian: Saat ini membuka akun efek di IndoPremier sudah paperless, sehingga tidak diperlukan lagi mengirim berkas. Klik Disini untuk cara daftar...

Wajib Untuk Pemula, Sekolah Pasar Modal Level 1 & Level 2 (Update 24/2/18)

Sekolah Pasar Modal (SPM) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat...

Simulasi Asli “Yuk Nabung Saham”, Lengkap Dengan Laporan Bulanan

simulasi nabung saham - Banyak email masuk ke saya seputar investasi saham, pertanyaan yang paling sering adalah bagaimana cara menabung saham, harus...

Ingin belajar saham dari Nol hingga mahir? Meet Arin!

Terbaru

Pengalaman Jual Emas Antam 10 Gram Batangan di Pegadaian

Pegadaian - Dua bulan yang lalu saya beli emas Antam batangan secara online di marketplace.Alasan saya beli...

Bibit: Cara Mendaftar, Beli Reksa Dana Online dan 6 Kelebihannya

Bibit - Saat ini membeli reksa dana semakin mudah tanpa harus lagi ke bank, karena reksa dana sudah dijual secara online melalui...

Review: Money Lover, Aplikasi Manajemen Keuangan Yang Saya Pakai

Money Lover - Mengatur keuangan dan mencatatkan arus kas bisa jadi yang paling rebet dan malas dilakukan oleh beberapa orang, termasuk saya....

Pengalaman Beli Emas Batangan Di Tokopedia, Dapat CASHBACK Rp 500,000

Apakah kamu pelanggan setia yang sering belanja online di Tokopedia? Tentu kamu sudah tahu kalau Tokopedia tanggal 17 Mei lalu bagi-bagi THR...

Adu Marketplace Reksa Dana: Bareksa VS Tanamduit VS Ajaib VS Bibit. Siapa Menang?

Marketplace Reksa Dana - Saat ini dunia investasi terus berkembang dari segi teknologi, terutama di instrumen reksa dana. Sudah banyak perusahaan berbentuk...

5 KOMENTAR

    • Untuk menghindari penipuan reksa dana adalah…
      1. hanya berinvestasi pada manajer investasi yang di awasi OJK
      2. Manajer investasi terkait memiliki produk yang jelas dan berpengalaman
      3. Memiliki prospektus yang jelas, serta fund fact sheet diterbitkan setiap bulannya.
      4. Pastikan produk reksa dana tersebut terdaftar pada situs marketplace seperti Bareksa.
      5. Tingkatkan pengentahuan Anda pada investasi reksa dana

      dengan mengikuti 5 poin diatas, Anda bisa terhindar dari penipuan investasi mengatasnamakan reksa dana. Tks

  1. Reksa dana ini investasi jangka panjang sih dan memang nominalnya juga lumayan gede untuk sekali penempatan.
    Jadi kalo yang mau ikutan reksadana ya dananya emang mengendap gak dipake untuk lain2.
    Tapi keuntungannya sih lumayan, apalagi kalo sekarang ini bunga deposito cenderung turun.
    Jadi kupon dari reksadana lebih tinggi pastinya 😀
    Resiko juga cenderung minim sih.

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu