Cara Membaca Laporan Reksa Dana “Fund Fact Sheet”

Anda investor reksa dana? mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya fund fact sheet atau bisa disebut sebagai laporan bulanan untuk sebuah produk reksa dana. Fund fact sheet bisa menjadi acuan bagi sorang investor untuk mengambil tindakan dalam berinvestasi. Fund fact sheet dirilis setiap sebulan sekali dan biasanya pada awal bulan.

Mungkin bagi mereka yang sudah lama menjadi investor reksa dana sudah familiar dengan laporan ini, namun tidak bagi mereka yang baru saja bergabung menjadi investor reksa dana. Oleh karena itu, pada artikel kali ini, saya akan membahas bagaimana membaca sebuah fund fact sheet dan apa-apa saja yang menjadi poin penting dalam membaca laporan tersebut.

Baca Juga: Cara Membeli Reksa Dana Dengan Bareksa, Marketplace Reksa Dana

Kebetulan setahun yang lalu saya pernah bekerja di salah satu perusahaan reksa dana, yaitu Mandiri Investasi. Saya kenal dan memahami cara membaca fund fact sheet karena saat itu bekerja diposisi produk manajemen yang bertugas sebagai orang yang membuat fund fact sheet. Jadi, sudah makan sehari-hari untuk menganalisa dan membaca fund fact sheet.

Berikut ini adalah salah contoh fund fact sheet yang dikeluarkan oleh manajer investasi reksa dana.

Untuk memudahkan dalam memahami cara membaca laporan bulanan reksa dana, Dari gambar di atas anda dapat melihat ada kolom warna warni yang sudah tandai dengan nomor 1 sampai 6.

Pada dasarnya semua konten fund fact sheet manajer investasi adalah sama, hanya saya ada perbedaan dalam penyajian desain. Jadi, tidak akan berbeda jauh. Hanya saja beberapa fitu saya yang beda, namun fungsi dan tujuan samm.Disini saya akan jabarkan bagian-bagian pada fund fact sheet yang harus anda perhatiakan sebagai pemula investor pada reksa dana. Bagian-bagian tersebut adalah: 1. profile produk, 2. tujuan investasi, 3. komposisi portfolio (alokasi aset), 4. Kepemilihan terbesar, 5. Kinerja rekda dana. 6 chart dan table kinerja produk, 7. alokasi sektor.

1. Profil produk

Dalam profil produk, kamu bisa membaca lebih detal tentang produk reksa dana seperti tanggal rilis, NAB produk, bank kustodian, total AUM, biaya transaksi dan profil resiko produk. Biasa letak profil produk ini ada di seidebar kiri FFS.

2. Tujuan Investasi

Sebagai gambaran umum, anda harus tahu kemana produk reksa dana akan melangkah. Tujuan investasi akan memperlihatkan kemana produk akan mengarah, bisa fokus ke investasi jangka panjang, investasi dalam bentuk mata uang, atau tujuan investasi lainnya yang ditawarkan produk. Tujuan investasi ini bisa di sebut sebagai visi produk.

3. Komposisi portfolio

Dari sini kita dapat melihat besaran alokasi investasi yang bagikan oleh manajer investasi. Pembagian komposisi portfolio pun di bagi menjadi 3, yaitu pasar uang, saham dan obligasi.

Secara umum bila produk reksa dana berbasis saham, maka sudah pasti alokasi portfolio terbesar ada di saham. bila produk reksa dana pasar uang, maka alokasi portfolio terbesarnya ada di pasar uang.

4. Kepemilikan terbesar

Reksa dana tidak hanya dijual untuk para retailer saja, seperti kita-kita ini. Reksa dana sebelum di luncurkan ke publik juga terlebih dahulu melakukan penawaran awal ke investor-investor besar berbentuk corporate, seperti nama-nama perusahaan terkenal dibawah ini.

Bila anda melihat ada kategori “Kepemilikan Terbesar” pada sebuah produk reksa dana, itu artinya merekalah pemenang utama kepemilikan cash di produk reksa dana tersebut. Semakin populer produknya, maka yang beli pun biasa perusahaan-perusahaan besar.

5. Kinerja reksa dana

Yan ini nih, faktor yang paling penting dan harus dilihat secara detail pada setiap produk reksa dana anda, yaitu kinerja bulanan dan tahunan reksa dana.

Pada poin ini, anda dapat melihat produk reksa dana yang dibandingkan kinerjanya dengan lawannya yang ada di kategori yang sama, biasa disebuh Benchmark. Benchmark sendiri banyak sekali jenisnya, ada ICBI, ISSI, IHSG, LQ45 dan lainnya. Ini bertujuan untuk membandingkan kinerja reksa dana bagus atau tidak di kategorinya.

Pada umumnya kinerja reksa dana dapat dilihat dalam kurun waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 3 tahun hingga memperlihatkan kinerjanya dari awal tahun dan sejak pembentukannya.

Bila kinerja seuatu reksa dana lebih rendah dari benchmark, maka sudah bisa dipastikan kalau produk tersebut tidaklah bagus.

6. Chart produk

Terlalu malas melihat kinerja reksa dana melalui angka, anda juga biasanya disuguhkan dengan FFS kinerja berbentuk grafik. Sama dengan kinerja bulanan angka, yang grafis pun juga membandingkan produk reksa dana dengan benchmark.

Graifk perbandingkan kinerja reksa dana dengan benchmark

Chart merupakan fitur penting pada fund fact sheet karena memperlihatkan kinerja reksa dana dengan visual yang mudah dimengerti banyak orang. Pada umumnya isi chart memperlihatkan kinerja produk selama 5-10 tahun kebelakang dengan Tolak ukur yang sudah ditentukan menajar investasi seperti, IHSG, ISSI, LQ45 dan lainnya.

Bonus

Bila anda melihat FFS milik Mandiri Investasi diatas, dapat ditemukan pie chart “Alokasi sektor”. Alokasi sektor ini biasanya berlaku pada reksa dana saham, karena pada pie chart ini nantinya akan diperlihatkan saham sektor mana saja yang menjadi portofolio reksa dana, mulai dari sektor konsumer goods, properti, perbankan dan sektor-sektori lainnya.

Kira-kira begitulah cara membaca Fund Fact Sheet (FFS) produk reksa dana. Semoga bermanfaan dan selamat berinvetasi

 

Kamu mungkin juga suka

Bergabung dengan irfan+

269FansSuka
53PengikutMengikuti
208PengikutMengikuti

1 KOMENTAR

  1. bro kl dr segi profit bagusan inves reksa dana berkala apa langsung ya?dan aspek yg mempengaruhi profit dan seberapa perbandingan besarannya.. misal sy memakai tipe pendapatan tetap hehe

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

#BuatKamu, Internet Untuk Semua

Siapa sih yang gak punya sosok inspiratif di dunia ini? Pasti semua punya dong! Coba saya tebak... Kebanyakan kita pasti memilik orang tua dan keluarga sebagai...

BIG UPDATE: irfan+ v6.0 – Pembaruan Layout, Segmen, Font & Tagline

Demi memberikan pengalaman terbaik untuk pembaca, blog irfan+ terus melakukan inovasi terbaru. Telah banyak inovasi yang dilakukan di blog irfan+ salah satunya dengan mengimplimentasikan...

Lama Dinanti, 4 Girlband Korea Ini Akhirnya Konser Di Indonesia. Ada Bias Kamu?

Konser musik idola adalah salah satu ritual yang wajib dilakukan. Bagaimana tidak, sebuah konser adalah ajang dimana para penggemar bisa melihat langsung idola mereka....

5 Alasan Kenapa Investasi Saham Dan Reksa Dana Harus Dilakukan Bersamaan

Jauh tahun 2014 lalu saya pertama kali mengenal investasi saham. Dengan modal terbatas, saya coba beranikan diri untuk mulai berinvestasi. Setelah menjalani investasi saham...

3 Hal Yang Harus Dipersiapkan Oleh Pemula Sebelum Trading Forex

Mencicipi semua jenis instrumen investasi adalah hal yang paling saya gemari. Mulai dari hanya mengerti investasi saham, kini sudah tahu investasi reksa dana, obligasi...

Simulasi Asli “Yuk Nabung Saham”, Lengkap Dengan Laporan Bulanan

Banyak email masuk ke saya seputar investasi saham, pertanyaan yang paling sering adalah bagaimana cara menabung saham, harus kebank mana saya pergi? dan seterusnya. Tidak...

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Payroll System

Keamanan Ketika memilih payroll system, yang pertama ditargetkan adalah harus mencari payroll system dengan keamanan tingkat tinggi. Memiliki perlindungan perangkat lunak yang dilindungi terhadap gangguan...

Jangan Lakukan! 9 Kesalahan Yang Sering Dibuat Oleh Blogger Pemula

Udah lama gak nulis lagi artikel tentang blogging karena terlalu asik nulis artikel investasi dan drakor. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya...