Introducing Arin

asisten pribadi dalam belajar investasi saham

|

Saham Investasi Saham? Kenali Keuntungan Yang Di Dapat Dan Resiko Yang Akan Di...

Investasi Saham? Kenali Keuntungan Yang Di Dapat Dan Resiko Yang Akan Di Hadapi

Pilihan Editor

4 Tips Agar Tidak Rugi Dalam Membeli Saham (Main Aman)

Beli saham - Kalau anda sudah masuk dunia pasar saham pasti sering mendengar kata "profit" dan "loss" yang mana bila kita untung...

TIPS: Pilih Sekuritas Yang Tepat Untuk Membuat Akun Online Trading

Untuk memulai bisnis saham, setiap individu atau instansi diharuskan memiliki akun efek yang dapat didaftarkan pada sekuritas-sekuritas di Indonesia. Akun efek ini nantinya akan...

Pengalaman Beli Emas Batangan Di Tokopedia, Dapat CASHBACK Rp 500,000

Apakah kamu pelanggan setia yang sering belanja online di Tokopedia? Tentu kamu sudah tahu kalau Tokopedia tanggal 17 Mei lalu bagi-bagi THR...

Investasi Saham? Kenali Keuntungan Yang Di Dapat Dan Resiko Yang Akan Di Hadapi

Bagi Anda yang baru pertama kali mengenal investasi saham mungkin bertanya-tanya, apa saja keuntungan dan kerugian yang akan didapat saat berinvestasi saham. Artikel kali ini saya akan membahas keuntungan yang di dapat investor saham dan resiko yang akan dihadapai selama berinvestasi saham.

Untuk nyenangkan hati, kita akan mulai dari keuntungan berinvestasi saham.

Imbal Hasil Investasi Saham

Setiap orang yang berinvestasi di saham tentu mengharapkan timbal balik berupa keuntungan, baik besar maupun kecil yang penting keuntungan. Umumnya orang-orang berpikir ketika berinvestasi saham yang didapat hasilnya adalah dari selisih harga saja, padahal masih ada beberapa cara lagi agar keuntungan investasi di sama menjadi lebih maksimal. Pada dasarnya, ada tiga keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham. Berikut adalah 3 keuntungannya:

  1. Dividen

Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa:

  1. Dividen tunai Jika emiten membagikan hasil keuntungan perusahaan kepada setiap pemegang saham dalam bentuk uang tunai untuk setiap lembar saham yang dimiliki
  2. Dividen Saham Jika emiten membagikan hasil keuntungan perusahaan kepada setiap pemegang saham dalam bentuk saham perusahaansesuai proporsi kepemilikannya, sehingga jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah setelah pembagian dividen saham tersebut. Dividen saham yang dikeluarkan diambil dari pos Laba Ditahan perusahaan

 Baca Juga: Ingin Cuan Dari Deviden, Begini Cara Mendapatkan Deviden Dari Saham

2. Capital Gain

Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

3. Saham Bonus

Saham Bonus adalah saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada para pemegang saham, sesuai dengan proporsi kepemilikan sahamnya.Bonus saham yang dibagikan, diambil dari agio saham. Agio saham adalah selisih antara harga jual saham terhadap harga nominalnya saat penawaran umum dipasar perdana.

Diantara ketiga keuntungan tersebut, saya hanya baru merasakan keuntungan dari deviden dan capital gain. Maklum masih pakai mindset trader, jadi saya hanya berpikir untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga saja.

Risiko Investasi Saham

Kita sudah bahas manisnya investasi saham. Kini saatnya untuk membahas pahitnya investasi di saham. Lain halnya dengan keuntungan yang terdiri dari 3 poin, di investasi saham justru kita akan menemukan 6 poin resiko yang akan dihadapi.

Berikut ini adalah 6 resiko yang akan anda hadapai selama berinvestasi saham:

1. Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2. Risiko Kebangkrutan

Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.

Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

3. Risiko Likuiditas Aset

Saham dikatakan likuid apabila mudah sekali untuk diperjual-belikan. Saham tidur adalah istilah bagi saham yang tidak banyak diperdagangkan akibat tidak adanya investor yang berminat untuk membeli saham karena dianggap tidak layak beli, ataupun sebaliknya akibat tidak adanya investor yang ingin menjualnya karena saham dianggap sangat berharga.

4. Risiko Delisting

Risiko jika saham perusahaan dikeluarkan dari papan perdagangan diBursa Efek (delist). Suatu saham perusahaan akandi-delistingkarena kinerja perusahaan yang buruk, seperti: kerugian besar dan/atau tidak membagikan deviden selama beberapa tahun berturut-turut dan berbagai kondisi lainnya seperti pelanggaran terhadap peraturan pencatatan di bursa. Adapula perusahaan yang keluar dari bursa dengan tujuan Go Private, tidak akan merugikan investor karena perusahaan masih tetap beroperasi dan dapat melakukan pembelian kembali saham-saham yg diterbitkan kepada publik (Buy Back).

5. Risiko Suspending

Jika suatu saham di suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek, maka investor tidak dapat melakukan perdagangan hingga statussuspend dicabut. Suspend dapat berlangsung dalam waktu singkat misalnya dalam 1 sesi perdagangan, 1 hari perdagangan namun dapat pula berlangsung dalam kurun waktu beberapa hari perdagangan. Hal yang dapat menyebabkan suspending adalah jika:

  • Suatu saham mengalami lonjakan harga yang luar biasa,
  • Suatu perusahaan dipailitkan oleh kreditornya
  • Berbagai kondisi lainnya yang mengharuskan otoritas bursa menghentikan sementara perdagangan saham tersebut untuk dimintakan konfirmasi lainnya. Sedemikian hingga informasi yang belum jelas tersebut tidak menjadi ajang spekulasi

6. Risiko Unik (unsystematic risk) dan Risiko Pasar (systematic risk)

Dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Harga saham terbentuksebagai akibatdari interaksi antara permintaan dan penawaran atas saham, sebagai reaksi atas informasi yang diterima oleh pasar. Informasi dapat berupa informasi yang unik dan spesifik perusahaan, seperti: kinerja perusahaan serta kondisi industri dimana perusahaan tersebut bergerak ataupun informasiekonomi yang sistematik dan bersifat makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar juga faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, budaya dan faktor sistematik non ekonomi lainnya.

 

Bagaimana, terdengar horror akan resiko yang didapai saat investasi saham? Jangan khawatir, resiko itu bisa Anda minimalisir dengan melakukan berbagai riset fundamental dan teknikal saham agar tidak salah membeli saham. Bagimana manapun resiko yang Anda hadapai akan sepadan dengan hasil yang didapatkan. Jadi, kalau sering loss tidak perlu berkecil hati, karena itu wajar dan setiap investor merasakan rugi.

Bila ingin mendapatkan keuntungan yang stabil, menurut saya tidak ada salahnya mencoba beli saham yang direkomendasi oleh broker Anda, siapa tau hasilnya lebih baik dari analisis sendiri.

Sekian artikel kali ini, Terima kasih dan selamat berinvestasi!

- Iklan -

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Terpopuler

BNI Sekuritas: Cara Mendaftar, Beli Saham Dan 5 Kelebihannya (Update 1/5/19)

Dunia saham bukan lagi hal yang tabu di kalangan masyarakat Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan dengan tingkat resiko...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Mandiri Sekuritas, Reguler Dan Syariah (Update 19/1/18)

Setalah sebelumnya saya membuat artikel cara mendaftar dan beli saham melalui BNI Sekuritas, kali ini saya akan membuat artikel tentang cara membuat akun di...

Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui Indo Premier Sekuritas “IndoPremier” (Update 12/2/19)

Perhatian: Saat ini membuka akun efek di IndoPremier sudah paperless, sehingga tidak diperlukan lagi mengirim berkas. Klik Disini untuk cara daftar...

Wajib Untuk Pemula, Sekolah Pasar Modal Level 1 & Level 2 (Update 24/2/18)

Sekolah Pasar Modal (SPM) adalah program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang diselenggarakan secara berkala oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Seluruh masyarakat...

1 Jam Langsung Jadi, Cara Daftar Akun IndoPremier Sekuritas + Cara Beli Saham

Indopremier - Semakin hari dunia investasi saham semakin maju. Hal ini dapat saya rasakan sendiri mulai dari mudahnya belajar saham dengan mengikuti...

Ingin belajar saham dari Nol hingga mahir? Meet Arin!

Terbaru

Gaya Milenial Bangun Rumah Tangga, Mulai dari Investasi hingga Melindungi yang Tersayang

Beberapa bulan terakhir hati saya sedang berbunga-bunga..Bukan karena penghasilan Google Adsense meningkat atau cuan investasi, tapi sebuah...

Ingin Cari Pinjaman Tanpa Riba & Bunga? Ini 5 Tempatnya

Pernah terpikir ingin membangun bisnis tanpa modal? Ingin pinjam tanpa bunga? Memangnya ada ya? Ternyata jawabannya ada.Berikut...

Wajib Teliti, Ini 4 Ciri Pinjaman Abal-Abal yang Harus Diwaspadai

Mengingat saat ini banyak yang membutuhkan pinjaman dana tunai tidak mengherankan jika banyak bank atau lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan tawaran...

Hindari, 6 Kesalahan Umum dalam Investing di Indonesia

Berinvestasi atau investing bisa kita lakukan dibanyak instrumen, mulai dari deposito yang memiliki resiko rendah hingga investasi saham yang memiliki resiko tinggi....

Pengalaman Jual Emas Antam 10 Gram Batangan di Pegadaian

Pegadaian - Dua bulan yang lalu saya beli emas Antam batangan secara online di marketplace.Alasan saya beli...

5 KOMENTAR

  1. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.

    Berapa lama waktu nya dari semenjak orang tersebut membeli saham?

    • Secara general harga saham berbeda-beda karena nilai setiap emiten berbeda, nilai tersebut dihitung sebelum listed di bursa (mungkin lebih lengkapnya bisa cari di Google cara hitung nilai perusahaan). Secara spesifik harganya berbeda-beda karena adanya aksi jual-beli yang dilakukan investor, semakin bagus kinerja perusahaan otomatis nilai sahamnya juga ikut naik karena terus ditransaksikan. Kira-kira seperti itu, Tks

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu