• Untuk Hiburan

Introducing Arin

asisten pribadi dalam belajar investasi saham

|

Untuk Hiburan Lifestyle Kecukupan Gizi "1000 Hari Pertama Kehidupan", Kunci Wujudkan Indonesia Bebas Stunting

Kecukupan Gizi “1000 Hari Pertama Kehidupan”, Kunci Wujudkan Indonesia Bebas Stunting

9 Juta anak di Indonesia menderita Stunting a.k.a gizi buruk (2013), Indonesia darurat Stunting!

Baca Juga

Investasi Pasti Untung! Mengenal Reksa Dana Pasar Uang

Setiap orang yang berinvestasi pasti mengharapkan untung. Oleh karena itu, semua investor harus berhati-hati dalam berinvestasi, agar terhindar dari kerugian. Dari banyaknya...

1 Jam Langsung Jadi, Cara Daftar Akun IndoPremier Sekuritas + Cara Beli Saham

Indopremier - Semakin hari dunia investasi saham semakin maju. Hal ini dapat saya rasakan sendiri mulai dari mudahnya belajar saham dengan mengikuti...

Ingin Trading Forex? Ini 4 Hal Yang Harus Pemula Ketahui

Tahukan Anda diantara banyakan instrumen investasi yang diperdagangkan, Forex merupakan instrumen dengan kapasitas pasar paling besar di seluruh dunia. Bila dijumlahkan dalam...

[Advertorial] 5 Tips Melakukan Investasi Reksa Dana Yang Baik Dan Benar

Investasi reksa dana merupakan salah satu jenis investasi favorit yang banyak dipilih oleh masyarakat. Reksa dana adalah sebuah insturmen investasi yang merupakan wadah untuk...

Ingin Mulai Investasi Saham Agar Untung? Ini 3 Tahap Yang Harus Dilalui

Investasi saham bisa dikatakan sebagai instrumen investasi yang menarik. Selain cara investasinya yang mudah, saham juga memberikan lebih dari sekedar keuntungan/kerugian bagi investornya.Oleh karena...

Kecukupan Gizi “1000 Hari Pertama Kehidupan”, Kunci Wujudkan Indonesia Bebas Stunting

9 Juta anak di Indonesia menderita Stunting a.k.a gizi buruk (2013), Indonesia darurat Stunting!

70 lebih anak-anak di Asmat Papua meninggal dunia..

Awal tahun 2018 ini, kita masyarakat di Indonesia dikejutkan dengan meninggalnya anak-anak di Asmat Papua akibat oleh gizi buruk yang berkepanjangan sehingga menyebabkan gizi buruk kronis, Stunting.

WHO sebagai organisasi kesehatan dunia telah menerapkan Indonesia sebagai negara darurat gizi buruk dengan angkat Stunting sebesar 9 juta anak atau 37,2% (Tahun 2013), ini merupakan angka diatas ketentuan WHO (batas tertinggi WHO adalah 20%).

Akibat tingginya Stuning di Indonesia, pemerintah menjadikan Stunting sebagai kejadian yang luar biasa dan masuk dalam program prioritas di tahun 2018.

Ironinya, 15 tahun terakhir Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi positif dengan PDB tertinggi dibanding negara lainnya, ternyata Stunting masih menghantui anak-anak Indonesia dan yang lebih mengherankan lagi, dari presentasi keseluruhan Stunting di Indonesia, 29% kasus Stunting justru datang dari keluarga yang mampu. Bagaimana ini bisa terjadi?

Ini membuktikan bahwa Stunting bukan hanya terjadi akibat faktor ekonomi saja yang membuat anak kekurangan gizi, tapi juga bisa datang dari faktor lainnya seperti lingkungan yang tidak baik, faktor pernikahan dini, hingga faktor tidak kemampuan orang tua dalam mengasuh anak, khususnya keluarga muda.

Mengenal Stunting, Penyebab, Gejala dan Mencegah

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya penyakit Stunting ini? Apa penyebabnya, apa gejalanya, dan bagaimana mencegah Stunting?

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berkepanjangan, sehingga dampaknya pun juga kadang luput dari pandangan orang tua. Dengan tingginya tingkat Stunting yang tinggi di Indonesia yang menjadikan Indonesia darurat Stunting, maka para orang tua harus tahu dan mengenal penyakit Stunting agar si kecil terhindar dari penyakit gizi kronis ini.

Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO.

Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.