Batik Air adalah salah satu maskapai yang bernaung di bawah Lion Air Group, yang melakukan debut Maret 2013. Dibentuknya Batik Air oleh Lion Air bukan serta merta ingin menambah jumlah maskapai di Indonesia, tapi pastinya untuk menyaingi maskapai kelas premium seperti Garuda Indonesia.

Karena Lion Air sudah melekat dengan Low-cost flight, pasti tidak mungkin bisa mengejar konsumen yang senang dengan servis premium sekelas Garuda Indonesia. Apa jadinya kalau Lion Air dinaikkan harga tiketnya sampai 50%? pasti tidak banyak orang yang bisa naik pesawat. Oleh karena itu, Lion Group membentuk Batik Air.

screenshot-38

Pada artikel kali ini saya aja sedikit memberikan penilaian dan pendapat saya setelah pengalaman menggunakan jasa Batik Air pada awal Februari 2016. Penerbangan yang saya lakukan adalah dari Halim Perdanakusuma ke Banda Aceh.

Sebenarnya saya biasa pakai Lion Air yang low-cost sudah sekitar 20 kali mungkin, sampai akhirnya pakai Batik Air karena rute dari Jakarta-Banda Aceh mulai beroperasi sekitar akhir 2015 kalau tidak salah.

Jarak yang lumayan jauh sekitar 4 jam penerbangan (transit Medan) dan maskapai baru membuat saya mempertimbangkan untuk mencoba layanana Batik Air. Bilan naik Lion Air, mungkin bisa kamu bayangkan betapa bosannya terbang selama 4 jam tanpa entertainment dan makanan?

Oke… langsung saja, ini dia beberapa poin review penerbangan dengan Batik Air, khususnya rute HLP > BTJ

Batik Air, Maskapai Dengan Tarif Ekonomis Kelas Premium

Sejak awal berdirinya, Batik Air memang dirancang untuk memberikan servis terbaik dikelasnya seperti Garuda Indonesia. Tiket yang tergolong ekomonis dan terjangkau membuat persaingan di kelas menengah seperti Batik Air dan Garuda Indonesia semakin singgit.

Bila kamu memesan tiket pesawat H-20, perbedaannya sangat terasa hingga 20-40%.

screenshot-37

Jadi, Batik Air bisa jadi alternatif bila kamu ingin menggunakan maskapai full-service namun dengan harga yang terjangkau.

The Best Entertainment Sevice

Sebagai maskapai full-service, Batik Air memiliki sejumlah hiburan yang berkualitas yang di sediakan saat penerbangan. Musik, Film, dan Permainan yang disediakan bisa saya katankan sangat baik karena film yang disediakan paling terbaru, sehingga terasa seperti nonton bioskop.

#batikair #a320ceo

A photo posted by Muhammad Irfan (@irfansaflawi) on

Yang paling membuat saya perpukai adalah touchscreen yang sangat responsive. layar sentuh yang tersedia sangat mudah digunakan, jadi tidak perlu menekan kuat-kuat agar perintah berfungsi dengan baik, yaaa ini mungkin bisa jadi salah satu kelebihannya kerena pesawat tergolong baru. Dibawah layar juga terdapat colokan USB, jadi kalau kamu kehabisan baterai bisa charger disitu.

Hanya saja terdapat minus yang sangat fatal…  Batik Air tidak menyediakan headset/earphone untuk alat bantu dengar, entah saya yang tidak cek ulang yang pasti sudah liat di belakang kursi tidak terdapat headset, jadi saya pakai headset milik senditri tanpa meminta bantuan kru kabin. Jadi buat yang mau terbang dengan Batik Air harap bawa headset sendiri, yaaa… buat jaga-jaga kali aja headsetnya tidak disediakan.

Sandaran dan ruang kaki lebih luas

Kenyaman merupakan hal yang nomor 1 dalam penerbangan. Batik Air memberikan space untuk ruang kaki yang luas, ini dikarenakan kursi Batik Air lumayan tipis tapi tidak bikin sakit pinggang. Jadi ini sangat nyaman untuk meluruskan kaki dan membuat diri senyaman mungkin.

on board #batikair #a320ceo

A photo posted by Muhammad Irfan (@irfansaflawi) on

Sebagai informasi umum, Batik Air adalah maskapai paling tepat waktu di Indonesia. Saya pikir ini realistis sih, dengan maskapai yang baru dan tekat yang sungguh-sungguh dari manajemennya, Batik Air ini berbanding terbalik dari kakaknya Lion Air yang mendapat title “Maskapai ngaret”.

3 kali penerbangan terakhir, NO ENTERTAINMENT!! (update 14/6/17)

Saya tidak pernah hitung sudah berapa kali terbang dengan Batik Air. Artikel ini pertama kali saya tulis pada penerbangan pertama atau kedua saya bersama Batik Air.

Jujur… saat pertama kali terbang dengan maskapai besutan Lion Air Group ini saya terkagum-kagum karena perusahaannya yang masih fresh, awak kabin yang rama, pilotnya gak ugal-ugalan, makanannya enak, entertainment yang update, dan pastinya dengan harga yang terjangkau.

Namun, penerbangan 3 terakhir saya bersama Batik Air sangat tidak menyenangkan, bukan karena delay atau kelakukan awak kabinnya, tapi karena screen entertainment yang tidak menyala. 2 penerbangan sebelumnya, ada tulisan di layarnya bertuliskan bahwa sistem pada perangkat entertainment sedang rusak. 1 penerbangan terkahir asalannya beda lagi, karena pesawatnya terlalu baru. Sangking baru pesawatnya, Airbus A320 yang saya tumpang itu belum dilengkapi dengan entertainment on board.

Lagi-lagi karena rute saya itu-itu saja, jadi ketiga penerbangan tersebut penerbangan Jakarta – Banda Aceh. Saya tidak tahu apakah ini dialami oleh beberapa rute lainnya atau hanya pesawat yang menuju Aceh saja. Ini jadi pelajaran buat saya untuk kembali menyediakan entertainment sendiri.

Semoga pesesawatnya bisa cepat diperbaiki dan kembali dilengkapi dengan entertainment on board.

Selain itu, saat ini Batik Air terus menambahkan frekuensi penerbangan ke berbagai kota di Indonesia, termasuk ke Aceh.

Overall, sebenarnya saya merasa puas dengan seluruh pelayanan, kru kabin dan pilotnya.

Review ini saya tulis berdasarkan pengalam pribadi dan ini merupakan pandangan saya pribadi yang di update pada 14/6/17 🙂

 

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu