0
0
SahamPengalaman Beli Saham Rekomendasi dari Sekuritas. Jadi Cuan atau Rugi?

Pengalaman Beli Saham Rekomendasi dari Sekuritas. Jadi Cuan atau Rugi?

Bingung mau beli saham apa hari ini? Hasil riset dan rekomendasi saham dari sekuritas bisa jadi bahan pertimbangan kamu, sama seperti saya yang terkadang menggunakan rekomendasi dari sekuritas.

Yang menjadi pertanyaan, apakah rekomendasi saham dari sekuritas bisa dipercaya, bikin investor cuan atau bancos?


Sudah menjadi hal rutin bagi sekuritas untuk membagikan hasil riset rekomendasi saham harian untuk investor.

Biasa hasil riset dikirimkan oleh sekuritas setiap pagi, jam 8an sebelum jam bursa berjalan.

Hasil riset dan rekomendasi saham juga beragam, ada yang riset harian untuk day buying and selling, riset untuk swing buying and selling, bahkan riset yang diperuntukan untuk investasi jangka panjang.

Nah, pada artikel ini saya ingin memperlihatkan, apakah riset dan rekomendasi saham dari sekuritas beneran jitu bikin kamu cuan, atau sebaliknya bikin rugi.

Disclaimer on ya… Artikel ini hanya sarana edukasi saja. Saya tidak mengajak kamu untuk mengikuti apa yang saya lakukan. Semua keputusan dalam berinvestasi saham adalah tanggung jawab kamu sendiri sebagai investor.

Pengalaman Beli Saham Hasil Riset dan Rekomendasi Saham dari Sekuritas

Sebelum investasi saham, sudah menjadi sebuah keharusan bagi investor untuk melakukan analisa saham untuk dibeli, baik untuk buying and selling harian maupun untuk investasi jangka panjang.

Namun terkadang kesibukan dan tingkat akurasi analisis membuat kita sulit menentukan saham yang ingin dibeli.

Untunganya, perusahaan sekuritas biasanya menyiapkan riset harian dan rekomendasi saham untuk dibeli.

Dengan begini, kita para investor tidak perlu pusing untuk melakukan analisis saham sendiri.

Meskipun begitu, kamu tidak perlu mentah-mentah menerima rekomendasi tersebut. Namanya juga rekomendasi, arah saham tidak ada yang tau pasti akan ke mana.

Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba

Hasil riset dan rekomendasi saham dari Stockbit Sekuritas dan SF Sekuritas

Dalam artikel ini, saya akan memperlihatkan rekomendasi saham dari 2 sekuritas berbeda, yaitu Stockbit Sekuritas dan SF Sekuritas.

Rekomedasi saham dari Stockbit Sekuritas

Pada tanggal 1 Maret 2024, saya menerima electronic mail hasil riset dari Stockbit Sekuritas. Ada 2 saham yang dibahas, yaitu SIDO dan INDF.

Setelah mengalami penurunan harga saham sekitar -30% selama 2023, Stockbit menilai SIDO menarik untuk diakumulasi karena hal-hal berikut:

  1. Valuasi – Dengan P/E 16,6x, valuasi SIDO cukup murah dengan draw back yang relatif terbatas sebab kami menilai kinerja terburuk perusahaan telah terlewati (the worst is over).
  2. Dividen – SIDO berpotensi memberikan dividend yield sebesar ~5% per tahun yang sustainable dalam beberapa tahun ke depan, berdasarkan estimasi kami.
  3. Kualitas Perusahaan & Prospek Jangka Panjang – SIDO memiliki posisi finansial yang kuat (bebas utang dengan kas sebesar ~Rp800 M) dan profitabilitas yang tinggi (ROE >20%). Kami meyakini pertumbuhan SIDO dapat kembali berakselerasi ke kisaran double digit dalam jangka panjang, didorong oleh bertambahnya kelas menengah dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan.

Risiko utama: 1) daya beli yang lemah, ditambah dengan kondisi kemarau berkepanjangan yang menekan permintaan; 2) kenaikan signifikan pada harga bahan baku yang menurunkan profitabilitas; dan 3) progres makroekonomi yang lambat, sehingga potensi jangka panjang tidak dapat terealisasi.

Simak analisa selengkapnya: SIDO: High quality Firm with Enticing Valuation & Dividend.

Stockbit menilai saham INDF menarik untuk diakumulasi pada saat ini:

  1. Laggard Play – Dengan korelasi kinerja dan harga saham ICBP dan INDF yang tinggi, INDF berpotensi menyusul kenaikan ICBP belakangan ini. Harga saham ICBP telah pulih dan naik sekitar +16% dari titik terendahnya pada 1 November 2023 hingga penutupan 15 Februari 2024, sementara pergerakan harga saham INDF masih cenderung flat.
  2. All-Time Low Valuation – Baik secara nominal (5,5x P/E dan 0,80x P/BV) maupun relatif (60% diskon terhadap ICBP), valuasi INDF saat ini telah mencapai mencapai stage yang murah, bahkan terendah sepanjang masa (all-time low). Padahal, kinerja laba bersih INDF per 2023 mencapai stage tertinggi sepanjang masa (all-time excessive), berdasarkan estimasi kami. Oleh karena itu, kami menilai risiko draw back lanjutan tampak terbatas, sekaligus memberikan peluang upside yang menarik jika stage diskon mengecil.
  3. Enticing Dividend – INDF menawarkan dividen yang cukup menarik, dengan yield sebesar 5–6% per tahun dari tahun buku 2023 dan 2024, berdasarkan estimasi konservatif kami. Dari aspek prospek kinerja, kami memprediksi pertumbuhan laba bersih 2024 sebesar +5%, didorong masih akan solidnya kinerja ICBP seiring peningkatan daya beli pada tahun politik serta prediksi biaya bahan baku (gandum) dan nilai tukar rupiah yang stabil.

Analisa selengkapnya bisa kamu baca dalam artikel INDF: Laggard Play With Restricted Draw back (All-Time Low Valuation)

Rekomedasi saham dari SF Sekuritas

Masih di hari yang sama, SF Sekuritas juga merekomendasikan saham yang sama dengan Stockbit, yaitu INDF.

Pengalaman Beli Saham Rekomendasi dari Sekuritas. Jadi Cuan atau Rugi? 3

Dalam riset harian ini, SF Sekuritas merekomendasikan saham INDF untuk dibeli diharga Rp6.625. Dengan goal Rp7.000, lalu cease loss di Rp6.400.

Nah, setelah membaca 2 analisis di atas, apakah kamu tertarik dengan saham SIDO dan INDF?

Beli saham INDF dan SIDO berdasarkan rekomendasi sekuritas

Kita sampai pada bagian paling menarik dari artikel ini, saya akan coba langsung beli saham SIDO dan INDF.

Saya beli saham INDF sebanyak 1 lot di harga Rp6.600 dan SIDO sebanyak 15 lot di harga Rp610 di aplikasi Ajaib. Detail pembeliannya bisa kamu lihat pada halaman berikut ini.

Setelah 2 bulan lebih berlalu, saham yang saya beli dari rekomendasi sekuritas ada yang naik dan turun.

Saham SIDO yang saya punya naik banyak, sekarang sudah +16%, untung Rp250 ribu, bahkah pernah nyentuk +20%.

Sebaliknya, saham INDF terkesan stagnan dan tidak banyak perubahan harga, yang ada malah turun -5%.

Berikut screenshot portfolio saya per 7 Mei 2024 di saham INDF dan SIDO.

Setelah melihat detail portofolio pembelian SIDO dan INDF di atas tentu kamu sadar ada pembelian kedua yang saya lakukan pada kedua saham tersebut.

Pada SIDO saya menambahkan 9 lot pada 27 Maret 2024, saya merasa saham ini memang akan terbang. Jauh sebelum LK kuartal pertama terbit, bumbu-bumbu saham ini akan terbang sangat terasa.

Beda dengan INDF, saya menambah 1 lot lagi pada 8 Maret 2024, karena harganya turun terus. Jadi mau tutup kerugian biar tidak terlalu dalam.

Nah, itulah gambaran jika kamu membeli saham hasil riset dan rekomendasi saham dari sekuritas.

Beli saham hanya dari rekomendasi saham sekuritas tidaklah buruk. Tapi akan lebih baik jika kita mengkaji lagi hasil analisis tersebut. Jangan langsung telan bulat-bulat.

Sekali kali ini bukan ajakan untuk percaya 100% pada hasil riset dan rekomendasi saham dari sekuritas. Karena keputusan membeli/menjual saham berserta risiko yang muncul sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu sendiri.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Jika ada pertanyaan atau mau berbagi pengalaman beli saham berdasarkan hasil riset dan rekomendasi dari sekuritas, jangan ragu untuk tinggalkan komentar di bawah ini ya.

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah anjuran atau rekomendasi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada di tangan kamu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.