Mewujudkan Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

2024, Indonesia ditargetkan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia

Pertama kali diberlakukan di Indonesia tahun 90an, pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia masih belum memuaskan. Ini dapat dilihat dari pangsa pasar ekonomi syariah di Indonesia yang masih di 5% dibandingkan negara tetangga Malaysia yang kini sudah 22%.

Meskipun secara umum masih dibawah 5%, hingga akhir Desember 2016 terdapat beberapa produk syariah yang market share-nya di atas 5%, lihat grafis dibawah ini.

Perkembangan Ekonomi Syariah Di Indonesia

Sementara itu, produk syariah yang pangsa pasarnya masih di bawah 5%, antara lain sukuk korporasi yang beredar sebesar 3,99% dari seluruh nilai sukuk dan obligasi korporasi, nilai aktiva bersih reksa dana syariah sebesar 4,40% dari total nilai aktiva bersih reksa dana, dan asuransi syariah sebesar 3,44%.

Selama 2016, industri keuangan syariah nasional mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yaitu sebesar 29,84%. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Agustus 2017, total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk Saham Syariah) mencapai Rp 1.048,8 triliun, yang terdiri aset Perbankan Syariah Rp 389,74 triliun, IKNB Syariah Rp 99,15 triliun, dan Pasar Modal Syariah Rp 559,59 triliun.

Jumlah tersebut jika dibandingkan dengan total aset industri keuangan yang mencapai Rp 13.092 triliun, maka market share industri keuangan syariah sudah mencapai 8,01%.

Ini artinya, pertubuhan perekonomian syariah Indonesia terus dipacu agar dapat mewujudkan mimpi menjadi pusat perekonomian syariah di dunia. Bukan sekedar mimpi di siang bolong, pihak-pihak terkait seperti BI, OJK, Lembaga Syariah serta elemen masyarakat terus mendorong pertubuhan ekonomi syariah.

Pengembangan ekonomi syariah di Indonesia bukan hanya digenjot dari sektor perbankan saja, namun juga sektor fintech yang sedah marak beberapa tahun ini serta pembiayaan seperti produk pembiayaan syariah, travel, restoran hingga logistik yang syariah.

2024, Indonesia ditargetkan menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia

Tidak ingin terus tertinggal, Indonesia ingin menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia pada tahun 2024. Kita patut apresiasi ambisi pemerintah Indonesia yang memiliki keinginan untuk mewujudkan indonesia pusat aktivikas syariah di dunia.

“Bagaimana kita mempercepat dan mengejar ketinggalan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” – Deputi Gubernur BI

Cita-cita BI tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di dalam konferensi pers Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City Surabaya, Rabu (8/11/2017)

Target tersebut didukung dengan cara pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di berbagai wilayah di Indonesia. Pengembangan tersebut tidak hanya di Jawa, namun juga kawasan lainnya.

Dalam hal ini, Pak Perry juga menyoroti Jawa Timur yang dapat menjadi regional champion atau yang terdepan secara regional dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal ini pula yang mendorong penyelenggaraan ISEF di Surabaya, Jawa Timur. Dalam ISEF, tutur Pak Perry, bank sentral memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Pihak tersebut antara lain kementerian dan lembaga, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan lainnya.

Kalau pemerintah dan masyarakat bahu-membahu membangun perekonomian syariah, bukan tidak mungkin mimpi Indonesia menjadi pusat perekonomian dan keuangan syariah dunia dapat terwujud.

Apa upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berekonomi syariah?

Tentu kita bertanya-tanya, apa upaya yang dilakukan oleh pemerintah guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia? Mengingat banyak sekali PR yang harus diperhatikan, seperti mendorong pengembang ekonomi syariah, butuh dukungan penuh semua element pemerintahan serta SDM yang belum handal dalam ekonomi syariah itu sendiri.

Menenggapi keinginan BI menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, OJK selaku pengawas aktifitas keuangan negara telah memberikan roadmap atau future plan untuk tahun 2017-2019 yang akan dijalankan untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi syariah.

Perkembangan Ekonomi Syariah Di Indonesia

 

Sumber:

  1. OJK (2017), Roadmap Pengembangan Keuangan Syariah Indonesia 2017-2019
  2. Kompas (2017), https://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/08/150300926/2024-indonesia-targetkan-jadi-pusat-ekonomi-dan-keuangan-syariah-dunia/
  3. Detik Finance (2017) https://finance.detik.com/moneter/d-3712632/ri-berpotensi-jadi-pusat-ekonomi-syariah-dunia/

Bergabung dengan irfan™

260FansSuka
50PengikutMengikuti
265PengikutMengikuti
199PengikutMengikuti

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Sukses Menjadi Full-Time Blogger Bersama ASUS X555

Tidak terasa, sudah satu tahun saya menjalankan profesi sebagai seorang full-time blogger. Menggeluti semua bidang yang saya senangi, mulai dari berinvestasi hingga blogging. Jauh sebelum...

REVIEW: Gara-Gara PermataMobile X, Rekening Bank Lain Terbengkalai

Melakukan rutinitas tahunan untuk membayar asuransi, saya bergerak kesalah satu bank swasta yang cabangnya hanya satu di Aceh, yaitu Bank Permata. Kali ini sedikit berbeda...

LIVE: Review & Rekap Drama Korea 100 Days My Prince Ep.1 – Ep.16

Yahhooo.... review drama korea di blog irfan.id telah kembali. Bulan ini banyak banget drama yang patut ditunggu, salah satunya adalah 100 Days My Prince. 100...

Trading On The Go, 6 Aplikasi Wajib Untuk Investor Saham

Aplikasi investor saham - Jaman dulu sekali, investasi saham hanya berupa sebuah kertas lembar fisik, bentuknya seperti sebuah sertifikat yang harus dijaga sebaik mungkin...

Mandiri Online, Sahabat Setia Untuk Kemudahan Dalam Belanja Online

Mandiri Online - Belanja merupakan sebuah aktivitas rutin yang selalu dilakukan masyarakat, baik untuk kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Pada umumnya, belanja kebutuhan biasa...

1 Tahun Bersama Google Adsense: Payout Pertama Dan Selamat Hari Jadi Ke-15

Terhitung hari ini 26 Juli, blog irfan.id telah melakukan kerjasama dengan Google Adsense selama satu tahun. Pada bulan ini pula, blog irfan.id mendapatkan payout...

LIVE: Review & Rekap Drama Korea Thirty But Seventeen (Still 17) Ep.1 – Ep.32

Setelah sukses menulis review drama korea What’s Wrong With Secretary Kim yang telah dibaca sebanyak netizen sebanyak 21,000+ kali, kali ini saya ingin kembali...

Daftar Akun Saham, Lebih Baik Online Atau Datang Langsung Ke Sekuritas?

Membuat akun saham untuk investasi saham di sekuritas kini semakin mudah. Ini karena sekuritas atau broker di Indonesia sudah memberikan banyak kemudahan untuk membuka...

Wajib Baca

Ngobrol santai seputar investasi saham dan investasi reksa dana via email

Tanya yang gampang-gampang aja