Memahami Konsep Business Model Canvas

Jakarta – Pernah dengar istilah Business Model Canvas (BMC) atau Bisnis Model Kanvas? Mungkin bagi kamu yang tidak mengambil kelas bisnis tidak akan mendengar kata-kata tersebut. Business Model Canvas atau Bisnis Model Kanvas (dalam bahasa indonesia) adalah sebuah alat untuk memaparkan strategi bisnis atau master plan bisnis itu sendiri. BMC memudahkan perusahaan untuk mendeskripsikan, mendesain, dan membuat plot bisnis. BMC sendiri pertama kali di perkenalkan oleh Alexander Osterwalder, dalam bukunya yang berjudul Business Model Generation. Dalam buku tersebut, Alexander mencoba menjelaskan sebuah framework sederhana untuk mempresentasikan elemen-elemen penting yang terdapat dalam sebuah model bisnis.

Oleh karena itu, kini BMC mulai dikenal banyak orang-orang dan mulai di adaptasika di universitas-universitas Indonesia sebagai alat untuk mahasiswa merancang perencanaan bisnis mereka.

Business Model Canvas memiliki 9 elemen didalamnya, yaitu: Customer Segments, Value Propositions, Channels, Revenue Streams, Customer Relationship, Key Activities, Key Resources, Key Partnership, Cost Structure.

Walaupun sudah banyak situs-situs yang bahas tentang BMC ini, saya aja coba penjelaskannya lagi sedikit untuk kembali me-reminder apa yang sudah pelajari selama kuliah dulu. Sekaligus saya membuat BMC karena untuk kepentingan bisnis yang saya rancang saat ini, jadi contohnya akan langsung saya berikan.

Berikut ini penjelanan dari ke sembilan elemen Business Model Canvas secara berurutan. Harus berurutan ya isinya:

 1. Customer Segments (segmen pelanggan)

Bergabung dengan irfan™

260FansSuka
50PengikutMengikuti
265PengikutMengikuti
200PengikutMengikuti

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Terbaru

Sukses Menjadi Full-Time Blogger Bersama ASUS X555

Tidak terasa, sudah satu tahun saya menjalankan profesi sebagai seorang full-time blogger. Menggeluti semua bidang yang saya senangi, mulai dari berinvestasi hingga blogging. Jauh sebelum...

REVIEW: Gara-Gara PermataMobile X, Rekening Bank Lain Terbengkalai

Melakukan rutinitas tahunan untuk membayar asuransi, saya bergerak kesalah satu bank swasta yang cabangnya hanya satu di Aceh, yaitu Bank Permata. Kali ini sedikit berbeda...

LIVE: Review & Rekap Drama Korea 100 Days My Prince Ep.1 – Ep.16

Yahhooo.... review drama korea di blog irfan.id telah kembali. Bulan ini banyak banget drama yang patut ditunggu, salah satunya adalah 100 Days My Prince. 100...

Trading On The Go, 6 Aplikasi Wajib Untuk Investor Saham

Aplikasi investor saham - Jaman dulu sekali, investasi saham hanya berupa sebuah kertas lembar fisik, bentuknya seperti sebuah sertifikat yang harus dijaga sebaik mungkin...

Mandiri Online, Sahabat Setia Untuk Kemudahan Dalam Belanja Online

Mandiri Online - Belanja merupakan sebuah aktivitas rutin yang selalu dilakukan masyarakat, baik untuk kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Pada umumnya, belanja kebutuhan biasa...

1 Tahun Bersama Google Adsense: Payout Pertama Dan Selamat Hari Jadi Ke-15

Terhitung hari ini 26 Juli, blog irfan.id telah melakukan kerjasama dengan Google Adsense selama satu tahun. Pada bulan ini pula, blog irfan.id mendapatkan payout...

LIVE: Review & Rekap Drama Korea Thirty But Seventeen (Still 17) Ep.1 – Ep.32

Setelah sukses menulis review drama korea What’s Wrong With Secretary Kim yang telah dibaca sebanyak netizen sebanyak 21,000+ kali, kali ini saya ingin kembali...

Daftar Akun Saham, Lebih Baik Online Atau Datang Langsung Ke Sekuritas?

Membuat akun saham untuk investasi saham di sekuritas kini semakin mudah. Ini karena sekuritas atau broker di Indonesia sudah memberikan banyak kemudahan untuk membuka...

Wajib Baca

Ngobrol santai seputar investasi saham dan investasi reksa dana via email

Tanya yang gampang-gampang aja