Trading Saham Tertokenisasi jadi game-changer di era modern investment. Kini kamu juga bisa beli jual saham saat weekend, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, atau sepanjang waktu tanpa henti. Keren banget kan, mau tau gimana caranya?
Baru jalan 4 bulan, tahun 2026 menjadi tahun terberat dalam perjalanan saya berinvestasi. Bagaimana tidak, sepanjang tahun ini saya sudah rugi lebih dari Rp50 juta dipasar saham Indonesia.

Nggak usah tanya perasaannya gimana… Mau ngapa-ngapain jadi nggak semangat.
Bukan nilai yang besar dibandingkan orang-orang lain, tapi bagi saja, nilai tersebut besar dan menjadi trauma tersendiri.
Kerugian ini bukan saya saja yang merasakan, tetapi juga investor saham lainnya. Tidak sedikit saya lihat di forum-forum orang curhat loss ada yang ratusan juta hingga miliyaran.
Bagaimana tidak, IHSG secara Year to Date sudah turun -14% pada tahun ini. Padahal IHSG sempat mencetak rekor sejarah di level 9.134 pada tanggal 20 Januari 2026.
Kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Gonjang-ganjing dunia investasi: Indonesia dibekukan MSCI dan konflik geopolitik ditimur tengah
Dunia investasi saat ini tengah menghadapi badai ganda yang menekan stabilitas pasar modal Indonesia.
Diawali dari langkah MSCI yang membekukan sementara proses rebalancing dan penambahan saham baru ke dalam indeks globalnya sejak akhir Januari 2026, telah memicu ketidakpastian besar bagi investor institusi.
Kebijakan freeze ini didorong oleh sorotan terhadap transparansi data free float dan konsentrasi kepemilikan saham yang memberikan tekanan psikologis sekaligus menahan potensi aliran dana asing (inflow) ke bursa domestik.
Meski pun OJK dan IDX tengah mengebut reformasi struktural untuk memenuhi standar investabilitas global pada Maret ini, sentimen negatif tersebut masih membayangi pergerakan harga saham-saham konglo dan blue chip.
Bayangin aja, kondisi ini diperparah oleh eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang memanas di awal Maret 2026.
Penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis energi global, yang membuat harga minyak dunia naik dan menekan nilai tukar Rupiah melampaui level Rp16.800 per dolar AS. Bahkan sempat menyentuh ke harga Rp17.000 per dolar AS.
Coba tebak, indeks saham negara mana yang paling jelek performanya secara YTD tahun 2026 akibat situasi global saat ini?
Yapp.. benar, Indonesia merupakan negara dengan kinerja indeks saham terburuk di dunia saat artikel ini ditulis.
IHSG sudah turun -17% secara year to date. Jika ditarik dari rekor tertingginya pada awal tahun ini, IHSG sudah longsor -21,87%.

Kombinasi maut antara hambatan teknis indeks global dan risiko sistemik perang menciptakan suasana risk-off yang kuat, di mana investor cenderung menarik aset mereka dari pasar berkembang (emerging markets) menuju aset aman (safe haven).
Termasuk saya yang kini sudah cairkan semua aset investasi di Indonesia, baik di saham maupun reksa dana.
Situasi “gonjang-ganjing” ini menuntut para pelaku pasar untuk lebih disiplin dalam mengelola portofolio dan waspada terhadap volatilitas ekstrem yang mungkin terjadi selama masa transisi regulasi dan ketegangan global ini.
Apa yang harus dilakukan saat ini?
Bagi kamu yang terbiasa hanya berinvestasi di pasar lokal, situasi ini tentu menjadi alarm keras. Mengandalkan pasar domestik saja di tengah badai global sangat berisiko.
Yang jadi pertanyaannya, bagaimana cara kita menjaga portofolio tetap bertumbuh saat pasar saham Indonesia sedang “kebakaran”?
Jawabannya adalah dengan melakukan diversifikasi investasi.
Buat yang baru tau istilah ini. Diversifikasi investasi adalah strategi manajemen risiko dengan menyebarkan modal ke berbagai instrumen (saham, obligasi, emas, properti) untuk meminimalkan kerugian jika satu aset turun, sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan.
Prinsip utamanya adalah “jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Pernah dengar, kan?
Kamu harus tau, selain pasar saham Indonesia, masih banyak potensi aset investasi lainnya. Sebut saja seperti obligasi, emas hingga saham luar negeri. Saham Amerika salah satu tempat diversifikasi investasi yang wajib kamu miliki.
Karena ada banyak pilihan saham Amerika yang populer di dunia, seperti Google, Apple, Microsoft, AMD, hingga NVIDIA.
Big Fund saja banyak yang bikin ETF saham demi mengincar keuntungan yang stabil.
Terbukti, di tengah konflik Timteng saham-saham Amerika cenderung stabil dan tidak goyah.
Sayangnya, keterbatasan akses pada bursa saham luar negeri seringkali menjadi penghalang bagi kita untuk menyelamatkan portofolio saat pasar domestik sedang tertekan.
Namun, tahukah kamu bahwa di tahun 2026 ini, teknologi blockchain telah melahirkan inovasi yang bernama Saham Tertokenisasi. Semua orang kini bisa investasi saham US dari mana aja, kapan aja.
Mengenal Saham Tertokenisasi: Keuntungan dan perbedaannya dengan saham tradisional
Kabar baik untuk pencinta aset pada Blockchain, Saham tertokenisasi (tokenized stocks) hadir sebagai salah satu inovasi terbesar dalam dunia keuangan yang menggabungkan pasar modal tradisional dengan teknologi blockchain.
Secara sederhana, ini adalah representasi digital dari saham perusahaan yang diterbitkan dalam bentuk token di atas jaringan blockchain.
Apa Itu Saham Tertokenisasi?
Jika saham tradisional dicatat dalam sistem pusat (seperti KSEI di Indonesia), saham tertokenisasi (atau tokenized stocks) adalah aset digital yang dibuat untuk mewakili kepemilikan saham di sebuah perusahaan secara tidak langsung.
Melalui proses ini, saham tradisional “dibungkus” ke dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain.
Secara teknis, ini bukan berarti saham itu sendiri pindah ke blockchain, melainkan ada aset digital yang nilainya dipatok (pegged) 1:1 dengan harga saham aslinya di pasar bursa (seperti NASDAQ atau NYSE).
Saham tertokenisasi merupakan salah satu instrumen Real World Asset (RWA) yang sedang berkembang pesat.
Indonesia sendiri berada di urutan kedua dengan 10,1% dalam hal minat terhadap RWA. Hal ini didorong dari kripto di Indonesia yang terus berkembang, terutama di kalangan investor ritel yang mencari diversifikasi aset.
Banyak rekor yang berhasil dipecahkan Saham Tertokenisasi hanya kurung dari 1 tahun, seperti kapasitas pasar yang terus meningkat hingga pertumbuhan tahunan yang mencapai ribuan persen.
Keuntungan Trading Saham Tertokenisasi
Di Indonesia sendiri saham tertokenisasi benar-benar istilah baru yang belum banyak diketahui orang. Literasi akan tokenized stocks juga belum tersedia banyak diinternet dalam bahas Indonesia.
Trading Saham tertokenisasi memiliki banyak keunggulan di bandingkan dengan produk keuangan konvensional, di antaranya:

- Kepemilikan Fraksional (Fractional Ownership). Ini adalah keunggulan utama. Kamu tidak perlu membeli satu lot penuh. Jika harga satu lembar saham perusahaan besar sangat mahal, kamu bisa membeli hanya “0,01” bagian dari saham tersebut. Ini membuat investasi lebih inklusif bagi yang punya modal kecil.
- Likuiditas dan Akses 24/7. Pasar saham tradisional tutup di akhir pekan dan hari libur. Saham tertokenisasi memungkinkan kamu menjual atau membeli aset kapan saja, bahkan di tengah malam atau hari Minggu, karena blockchain tidak pernah berhenti beroperasi, asik kan?
- Transparansi dan Keamanan Blockchain. Setiap transaksi tercatat dalam distributed ledger yang tidak dapat diubah (immutable). Ini memberikan tingkat transparansi yang tinggi mengenai riwayat kepemilikan dan distribusi aset, sekaligus mengurangi risiko manipulasi data sepihak.
- Efisiensi Operasional. Dengan smart contract, proses seperti pembagian dividen atau pemungutan suara pemegang saham (voting) dapat dilakukan secara otomatis tanpa prosedur administrasi yang rumit dan panjang.
- Likuiditas Global. Tokenisasi memungkinkan aset diperdagangkan di platform digital yang bisa diakses oleh siapa saja di seluruh dunia (tergantung regulasi lokal). Hal ini meningkatkan potensi jumlah pembeli dan penjual, yang secara teori dapat meningkatkan likuiditas aset tersebut.
- Transaksi Lebih Cepat dan Efisien. Proses penyelesaian (settlement) pada saham tradisional biasanya memakan waktu T+2 (dua hari kerja di bursa Indonesia). Dengan teknologi blockchain, verifikasi kepemilikan terjadi hampir seketika. Selain itu, biaya administrasi seringkali lebih rendah karena berkurangnya peran perantara (middlemen) tradisional.
Gimana, banyak banget keuntungan trading saham tertokenisasi ini, kan?
Saham Tertokenisasi merupakan game changer di era investasi modern, di mana saham tradisional Dikonversi menjadi token digital di atas jaringan blockchain
Buat yang masih bingung, bisa lihat perbendaan antara trading saham tertokenisasi dan saham konvesional pada gambar di bawah ini.

Setelah panjang lebar saya menjelaskan bagaimana kerennya trading saham tertokenisasi sebagi aset digital kekinian, tentu kamu bertanya-tanya “bagaimana cara trading saham tertokenisasi?”
Meskipun barang baru, trading saham tertokenisasi sudah berkembang pesat diberbagai belahan dunia melalui platform aplikasi kripto. Padahal, aset investasi jenis tokenized stocks baru aja debut di 2026 setelah pertama kali konsepnya diperkenalkan pada tahun 2017.
Namun ada satu platform kripto terkemuka yang melaupaui batas-batas baru dalam dunia invesasi modern, yaitu aplikasi Pintu. Pintu satu-satunya platform kripto legal yang punya produk trading saham tertokenisasi.
Pintu: Aplikasi Investasi dan Trading Saham Tertokenisasi
Bukan lagi sekadar aplikasi kripto biasa, Pintu kini bertransformasi menjadi aplikasi investasi dan trading saham tertokenisasi yang menjembatani investor lokal dengan pasar modal global secara legal dan praktis.
Melalui Pintu, hambatan geografis dan modal besar bukan lagi masalah.
Platform ini dirancang untuk memudahkan siapa saja, mulai dari pemula seperti kamu hingga profesional untuk mulai membangun portofolio pada aset global dalam satu aplikasi yang sudah sangat dikenal keamanannya di ekosistem kripto Indonesia.
Inovasi saham tertokenisasi (tokenized stocks) menurut saya menjadi salah satu fitur paling menarik karena menjembatani dunia keuangan tradisional (TradFi) dengan teknologi blockchain.
Pintu kini semakin memperluas jangkauan layanannya dengan menghadirkan fitur investasi Saham AS Tertokenisasi. Ini menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin merambah pasar global dengan modal yang lebih terjangkau.
Aplikasi pintu merupakan pelopor saham tertokenisasi di indonesia
Pintu sebagai pioner aplikasi blockchain menjadi satu-satunya aplikasi kripto legal di Indonesia yang menghadirkan produk saham tertokenisasi pertama di Indonesia.
Saham US tertokenisasi yang ada saat ini merupakan hasil dari xStock dan Ondo Finance.
xStocks adalah fitur dari bursa kripto Kraken yang berfungsi sebagai jembatan langsung bagi investor ritel untuk membeli saham perusahaan publik menggunakan teknologi blockchain.
Sedangkan Ondo Finance memiliki peran yang lebih fundamental sebagai Protokol Infrastruktur RWA (Real World Assets).
Mereka tidak hanya sekadar toko saham, melainkan pencipta instrumen keuangan yang membawa aset institusional ke atas rantai (on-chain).
Aplikasi Pintu yang bekerja sama dengan kedua perusahaan telah menyediakan lebih dari 40+ saham tertokenisasi untuk saat ini dan terpantau terus bertambah setiap bulannya.
Ada banyak saham-saham ternama Amerika yang tersedia dalam bentuk token.

Pintu adalah aplikasi investasi dan trading saham tertokenisasi yang memudahkan saya tetap cuan meski kondisi pasar domestik sedang terombang-ambing oleh sentimen global.
Mau tau bagaimana perjalanan saya trading saham tertokenisasi di aplikasi Pintu?
Pengalaman Trading Saham Tertokenisasi di aplikasi Pintu
Sebagai salah satu trader yang bonyok dan rungkad di pasar saham awal tahun ini, tentu mencoba aset investasi lain adalah jalan ninja saya dalam melakukan diversifikasi aset.
Oleh karena itu, saya akan menjajal langsung bagaimana mudahnya trading saham tertokenisasi di aplikasi Pintu.
Bagi kamu yang penasaran bagaimana rasanya menjajal pertama kali Pintu, saya akan langsung review, mulai dari pengisian KYC, cara top up dana dan trading saham tertokenisasi di Pintu.
Oh ya, sebelum kamu lanjut baca review ini, pastikan kamu sudah punya akun Pintu. Kamu bisa baca artikel saya tentang cara daftar akun Pintu. Agar kamu mudah mengikuti tutorial yang saya berikan.
Kamu bisa download dulu aplikasinya di HP kamu dengan ketuk link di bawah ini
Cara Top Up Dana ke aplikasi Pintu
Setelah login pertama kali, kamu bisa langsung isi saldo dengan cara deposit ke dompet Pintu kamu. Nominal top up tidak ditentukan, kamu bebas mau isi berapa aja.
Top up 10 ribu, 50 ribu, atau 100 ribu? Bebas berapa aja.
Sebagai contoh, saya akan coba deposit ke aplikasi Pintu dengan metode pembayaran QRIS sebanyak Rp250.000. Langkah-langkahnya bisa kamu lihat seperti pada gambar di bawah ini.
Oke, sudah terisi saldo, mari kita mulai trading saham tertokenisasi!
Cara Trading Saham Tertokenisasi di Pintu
Pada praktik penggunaan Trading Saham Tertokenisasi ini, saya menggunakan saldo dengan nilai Rp250.000 ke saham Nvidia dengan kode saham: NVDAX
-
Buka aplikasi dan pilih menu “Markets”
-
Pilih tab Tokenized Stocks, pilih saham yang kamu inginkan
-
Ketuk tombol “Buy”
-
Masukkan jumlah saham yang ingin dibeli
-
Konfirmasi pembelian
-
Selamat, pembelian saham tertokenisasi berhasil!
Nah, bagaimana seru banget kan trading saham tertokenisasi di aplikasi Pintu?
Untuk memaksimalkan cuan, tentu trading saham tokenisasi di atas bukan satu-satunya yang saya lakukan.
Saya menggunakan fitur DCA dari aplikasi Pintu dalam membeli saham NVDAX.
Selama sebulan terakhir setiap hari Sabtu saya lakukan pembelian dengan menggunakan fitur favorit saya di aplikasi Pintu, yaitu “Auto DCA”.
Fitur ini memungkinkan saya untuk melakukan beli saham NVDAX secara berkala setiap hari Sabtu. Kamu bisa lihat gambar di bawah ini.

Ya, kamu gak salah baca… Saya set pembelian di hari Sabtu. Karena seperti yang telah saya sampaikan di atas, saham tertokenisasi tidak punya jam perdagangan, always open 24 jam.
Hasil investasi rutin di saham tertokenisasi sangat memuaskan menurut saya.
Harga saham nvidia tergolong stabil dan mengalami kenaikan yang signifikan pada nilai portofolio saya. Kamu bisa lihat gambar grafik sebulan hasil investasi saya di NVDAX di bawah ini.

Saya sudah 5 kali rutin top up saham NVDAX. Artinya modal yang sudah saya keluarkan adalah Rp1.250.000.
Dengan nilai investasi saat ini Rp1.417.583, artinya saya sudah cuan Rp167.583 setara untung 13%.
Bayangin, dalam sebulan bisa dapat untung 13%, gokil nggak tuh?
Selain trading saham tertokenisasi, kamu juga bisa beli emas dalam bentuk token PAXG di aplikasi Pintu. Harga paxg mengikuti harga emas dunia. Setiap token didukung oleh satu troy ounce (t oz) dari emas batangan London Good Delivery 400 oz, yang disimpan di brankas Brink.
Mengenal PINTU dan Alasan Memilih PINTU sebagai Aplikasi untuk Trading Saham Tertokenisasi
Sebagai salah satu pengguna lama yang sudah menggunakan aplikasi PINTU selama 5 tahun untuk trading kripto, bisa saya simpulkan bahwa PINTU merupakan aplikasi crypto aman terbaik di Indonesia dan diakui secara legalitas oleh pemerintah Indonesia.
Sedikit saya cerita tentang PINTU, PINTU adalah perusahaan teknologi blockchain terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak tahun 2019 berbadan hukum PT Pintu Kemana Saja (PINTU) dan mulai diluncurkan ke publik sebagai aplikasi perdagangan kripto pada 1 April 2020.
PINTU sendiri merupakan perusahaan crypto pertama di Indonesia yang mendapatkan surat persetujuan sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK). Keputusan ini tertuang di dalam surat Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Nomor 01/BAPPEBTI/PFAK/08/2024.
Aplikasi Pintu sendiri sudah menyandang status sebagai “all-in-one crypto app” di Indonesia.
Bagaimana tidak, ada banyak fitur dan kemudahan yang diberikan oleh PINTU untuk penggunanya. Bahkan untuk pemula sekalipun menurut saya akan sangat mudah menggunakan aplikasi PINTU.
Menurut saya ada beberapa alasan kenapa aplikasi PINTU cocok untuk kamu gunakan sebagai platform transaksi kripto.
1. Tampilan aplikasi yang mudah digunakan
Aplikasi PINTU memang terkenal punya desain yang bagus dan user experience yang baik untuk penggunanya. Dengan mudahnya trading kripto di aplikasi PINTU, maka tidak heran saat ini aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari 9 juta kali.
2. PINTU merupakan all-in-one crypto app dengan segudang produk dan fitur menarik
Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, PINTU adalah all-in-one crypto app karena ada banyak jenis peradangan kripto dan fitur yang di tawarkan.
Fitur yang populer dari PINTU adalah Pintu (untuk investor), Pintu Pro (untuk trader), Web3 Wallet, punya tampilan versi desktop, PTU Staking, Nabung Rutin (DCA), Pintu Earn, Academy sebagai sarana edukasi dan masih banyak lagi yang bisa kamu explore sendiri saat menggunakan aplikasi PINTU. Terbaru sekarang ada fitur Trading Saham Tertokenisasi.
3. Memperdagankan lebih dari 320 aset kripto dan akan terus bertambah
Sebagai aplikasi trading kripto terkemuka di Indonesia, Pintu sudah dilengkapi dengan lebih dari 320 aset kripto yang bisa kamu perdagangkan, baik untuk investasi maupun trading.
Ada banyak kategori kripto yang diperdaganakan, seperti aset Layer-1 (Bitcoin, Ethereum, XRP, Tether, BNB), aset Layer-2 (Arbitrum, Mantle, Optimism, Immutable, Starnet), aset DeFi (Uniswap, AAVE, Stacks, Ethena, Thera Network), aset NFT/Gaming (Gala, The Sandbox, Beam, Flow, Axie Infinity), aset CEX (BNB, Mantle, GMX, Pintu Token), dan masih banyak aset kripto lainnya.
4. Aplikasi legal yang terdaftar dan diawasi
PINTU adalah aplikasi kripto legal di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI, Central Finansial X (CFX) dan Kriling Komoditi Indonesia. Keputusan ini tertuang di dalam surat Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Nomor 01/BAPPEBTI/PFAK/08/2024.
5. Punya keamanan berlapis
Soal keamanan Pintu Nomor 1 karena sudah mengantongi sertifikat ISO 27001 yang merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI), ISO 27017 (cloud security), dan ISO 27018 (cloud privacy).
Aset kamu juga aman karena disimpan utuh di Fireblocks, kustodian kelas dunia.
Dari sisi aplikasi juga punya keamanan berlapis dengan Autentikasi 2 Faktor Google Authenticator dan Akses Biometrik. Cakep bener!
6. Trading kripto mulai dari Rp11.000
Trading kripto gak butuh modal besar loh. Kamu bisa mulai trading kripto di aplikasi PINTU hanya dengan modal Rp11.000 aja.
Dengan begini kamu bisa nyicil sedikit demi sedikit aset kripto yang juga bisa didukung dengan fitur nabung rutin biar kamu gak kelupaan.
7. Layanan CS 24 jam yang responsif
Support sistem berupa costumer service (CS) tersedia salama 24 jam 7 hari. Saat kamu mengalami kendala dalam penggunaan aplikasi, bisa langsung hubungi CS pada menu Akun > Pusat Bantuan.
8. Academy, edukasi kripto kelas dunia
Masih awam dalam dunia kripto? Kamu bisa belajar kripto dari A-Z pada menu Academy pada aplikasi PINTU. Academy Pintu menawarkan edukasi kripto dalam bentuk artikel dan video. Ada juga kelas-kelas yang bisa kamu ikuti sesuai dengan pengetahuan kamu di kripto, mulai dari pemula, mengenah hingga kelas untuk yang sudah ahli.
Hebatnya lagi, semua materi di Academy bisa kamu pelajari secara gratis.
9. Punya komunitas yang solid dan suka berbagi ilmu
Agar ilmu kripto kamu terus meningkat, kamu juga bisa berbagi pengalaman dan mendapatkan insight baru dengan menjadi bagian dari komunitas Pintu yang tersedia di Telegram dan Discord.
10. Banyak promo berlimpah yang bikin tambah cuan
Buat kamu penggemar promo menarik, Pintu selalu menyediakannya untuk kamu.
Promo Pintu bervariasi, mulai dari adakan kompetisi trading, buat misi berhadiah hingga hadiah menarik buat yang suka share PnL di sosial media.
Jadi pastikan kamu follow semua sosial media Pintu agar tak ketinggalan promo terbaru.
Dengan segudang alasan di atas, saya rasa tidak ada lagi keraguan untuk menggunakan aplikasi PINTU sebagai platform kripto favorit kita semua untuk maksimalkan cuan dengan trading saham tertokenisasi secara mudah dan aman.
Ayo jemput peluang baru kamu di tahun 2026 dengan mulai investasi saham US di Pintu untuk mendapatkan cuan maskimal di tengah ketidakpastian ekonomi global!
Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat!
Jika kamu punya pertanyaan atau mau berbagi
Referensi:
- Pintu. Pintu: All-in-One Crypto App. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Pintu Kemana Saja. Kini 8 Saham AS Tertokenisasi dari xStocks Telah Hadir di Pintu!. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Kezia Marcellova. Saham Tertokenisasi Capai $1,2 Miliar, Minat Institusi Terus Meningkat?. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- xStocks. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Shania dan Ryan Yoon. Peta Pasar Tokenisasi Saham: Bagaimana Tokenisasi Saham Mengubah Lanskap Keuangan Global. Diakses tanggal: 7 Maret 2026
- Parluhutan Situmorang. IHSG BEI Ambruk 17,46% Ytd, Jadi Indeks Saham Terburuk di Dunia. Diakses tanggal: 15 Maret 2026
- Anisa Giovanny. Indonesia Peringkat Dua Dunia dalam Minat RWA Kripto!. Diakses tanggal: 15 Maret 2026
- Trio Hamdani. Pintu Catat Lonjakan Trading Tokenisasi, Saham Teknologi Mendominasi. Diakses tanggal: 15 Maret 2026









Infonya sangat menarik bro.. Btw trading saham tertokenisasi ini cuma tersedia saham amerika aja ya?
Setelah saya pelajari dan cari informasi sana-sini, trading saham tertokenisasi ini hanya tersedia untuk saham US. Mungkin seiring pengembangannya bisa masuk ke pasar saham dari negera lain. Tks
Wow… ulasannya lengkap banget. Baru tau ternyata aset blockchain itu luas. Makasih ilmu barunya Mas.
Sama-sama, semoga bermanfaat mas. Tks