Jakarta – Kalau kamu sudah masuk dunia pasar saham pasti sering mendengar kata “profit” dan “loss” yang mana bila kita untung mendapatkan keutungan dan bila rugi sudah pasti medapat kerugian. Bagi yang masih pemula pasti masih merasa takut untuk melakukan aksi jual-beli karena takut rugi. wajar dong takut… uangnya hilang.

Oke, disini saya tidak memberi tips secara teknikal namun lebih kearah berpikir logis dan fundamental. mengapa demikian? karena menurut saya tips agar tidak pernah rugi dalam bertransaksi saham adalah dengan lebih berpikir secara fundamental, dimana perusahaan yang kita beli membeli prospek yang sagat baik untuk masa akan datang.

Tips ini tidak tertuju kepada mereka yang trader atau investasi jangka pendek. Tips ini lebih cocok untuk medium-long term investasi terutama bagi mereka yang tidak sempat pantau monitor. Jadi pengertian mani aman disini adalah bagaimana kita agar tidak salah gerak dan selalu di untungkan dalam setiap posisi.

1. Beli saham “blue chip”

Saham blue chip adalah istilah untuk mereka para saham yang memiliki popularitas di bursa, keuangan stabil, kapasitas market besar, dan dekat di hati masyarakat. Saham ini bisa di golongkan dalah indeks LQ45. perusahaan  yang sahamnya masuk dalah blue chip misalnya Astra International, Bank Mandiri, BCA, BNI, Unilever, Telekomunikasi Indonesia dan masih banyak lagi (coba lihat di index LQ45).

Baca juga: Cara Mendaftar Dan Beli Saham Melalui BNI Securities

Kenapa saya sarankan beli saham blue chip? saham blue chip ini tergorong saham yang stabil untuk naik dan sangat konsisiten bila turun (biasa penurunan terjadi awal tahun sampai Maret). Jadi bila kita masuk kedalamnya, itu saya rasa aman asal waktu masuknya tepat, jangan sudah terlalu tinggi malah masuk.

Bagusnya pergerakan saham blue chip ini membuat orang lebih betah investasi jangan panjang, jadi kalau mau trading di saham blue chip sebaiknya liat berita domestik dan internasional, karena saham blue chip juga rentan dengan berita miring seperti KURS mata uang, isu ekonomi global dan isu politik. Jadi harus pintar-pintar pilih waktu untuk masuk.

2016sep-telekomunikasi-indonesia-persero-tbk-800x600

Seperti yang terlihat dari chart milik TKLM diatas, memperlihatkan bagaimana konsistennya sebuah perusahaan blue chip. walaupun tidak semua blue chip punya tren naik yang bagus, tapi cukup aman bisa masuk kedalamnya asal timing tepat.

2. Beli saham saat merah, bukan hijau.

Ini adalah poin yang paling penting, beli saham saat lagi merah jangan ketika hijau. maksud saya disini adalah jangan terbalik dalam bertransaksi saham. masih ada saja orang yang beli saham disaat sudah hijau tinggi, ini sangat beresiko kareana bisa menghasilkan PHP dari para bandar.

2016sep-bank-negara-indonesia-persero-tbk-800x600 2016sep-astra-international-tbk-800x600

Lihat chart diatas milik BBNI dan ASII saat merah adalah waktu yang tepat untuk masuk, tapi harus bertahap dan sering baca perkembangan dari para analisis. saat saham turun kamu dapat mengoleksi sahamnya secara perlahan, jangan langsung full belinya bila tidak yakin, beli secara perlahan, bila besoknya merah lagi beli lagi agar “gap” tidak terlalu jauh, akumulasi terus secara berkala.

Tapi belilah saham-saham yang sudah pasti cara fundamental, jangan beli asal saham turun tajam langsung di sambar.

Baca juga: Wajib Untuk Pemula, Sekolah Pasar Modal Level 1 & Level 2

Jangan sampai beli saat sudah hijau tinggi seperti saham KAEF dibawah ini. karena kalau pangkas kebawah sama bandar bisa masuk dalam kelompok nyangkuters alias jadi pengunggu dengan harapan dapat kembali lagi ke arah yang benar.

2016sep-kimia-farma-tbk-800x600

3. Menggendalikan “loss”

Mengendalikan loss adalah hal yang harus dimiliki oleh seorang investor. Disini kamu harus mengetahui betul secara pasti bagaimana cara mengendalian loss, bisa dengan cara akumulasi atau pun “cut-loss”. cut loss adalah sebuah aksi yang dilakukan trader atau investor untuk meminimalisi kerugihan hingga tidak terlalu tekor. pengendalian diri sangat penting agar tidak ceroboh dalam mengambil tindakan dalam jual-beli saham.

Saya pribadi saat ini menggunakan 2 sekuritas berbeda, yaitu BNI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas. kedua sekuritas ini memiliki fitur yang melengkapi transaksi saya, khususnya Mandiri Sekuritas karena aplikasinya dilengkapi dengan fitur stop-loss, dimana investor dapat menentukan sendiri auto sell bila terjadi penurunan sesuai dengan teloransi kami sendiri.

4. Main saham? Investasi saham?

membentukan mindset harus ditanaman oleh setiap investor/trader, hal ini perlu agar tidak terjadi pemahaman yang salah dalam memasukin dunia pasar modal saham. main dan investasi adalah dua kata yang berbeda, bila kamu masih menggunakan kata main saham pastilah sangat meragukan bila di dengar oleh orang yang tidak berkecimpung di dunia saham, mereka akan berpikir saham hanyalah sebuah game yang ada untung dan ruginya. Padahal maknanya sangat berbeda bila kita menggunakana kata investasi saham, karena bila kamu berinvestasi saham sudah termasuk sebagai pemilik perusahaan dengan kapasitas sesuai dengan lot yang kamu beli, ada rasa keseriusan bilang kamu menggunakan kata-kata investasi saham.

Baca juga: Mengenal Instrumen Investasi Pasar Modal Saham

Dalam Islam sendiri, penggunaan kata main tidaklah etis karena akan memicu pemikiran haram dari sebagian orang karena terdengar seperti perjudian. Jadi, mulailah memananm ini sebuah investasi yang harus dipelajari baik secara fundamental ataupun teknikal, sehingga akan bermanfaat dan dapat berbagi dengan yang lainnya.

Sekian artikel tentang tips agar tidak rugi dalam membeli saham. Ini merupakan referensi pribadi saya, bila terdapat kesalahan dan kenjanggalaln mohon di komentari ada dapat saya ubah.

 

4 KOMENTAR

  1. Terima kasih Tips yang diberikan, Saya dari Medan baru belajar SPM Level 1 & 2 dan mendaftar melalui Mega Capital.
    Saya masih belum beli menunggu selesai daftar dan dpt no rek dari BCA RDN

  2. Terima kasih Tips yang diberikan, Sangat membantu buat saya yang pemula. saya ingin buka account di bni sekuritas, tapi tidak punya npwp. mohon penjelasan

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu