PANDUAN INVESTASI UNTUK PEMULA

/

Reksa DanaNabung Haji dengan Investasi Halal di Aplikasi Bibit

Nabung Haji dengan Investasi Halal di Aplikasi Bibit

Pergi ke Mekkah untuk ibadah haji adalah impian semua muslim di dunia, termasuk kamu tentunya. Ada banyak cara untuk mempersiapkan biaya haji, mulai dari menabung di bank, hingga investasi halal di reksa dana syariah pakai Bibit.

Ibadah haji sendiri dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Zulhijjah. Pada waktu tersebut, umat muslim seluruh dunia berkumpul di tempat sama, yaitu Baitullah.

Untuk dapat melakukan ibadah haji, seorang muslim harus langsung pergi ke kota Makkah di Arab Saudi. Jarak dari Indonesia ke Mekkah pun sangat jauh, yaitu 8.388 km.

Karena jaraknya yang jauh, maka mahal juga biaya yang diperlukan. Mulai dari biaya penginapan, biaya penerbangan dan biaya lainnya.

Mengutip dari Kontan.co.id, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu mengatakan, biaya haji pada tahun 2021 ini diperkirakan mencapai Rp44.3 juta.

Biaya ini naik sekitar 9.1 juta dari tahun 2020 yang hanya Rp35.2 juta.

Kenaikan biaya haji di tahun ini disebabkan adanya ketentuan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19.

Namun masalahnya bukan hanya biaya yang mahal. Tetapi juga antrian haji yang panjang.

Berdasarkan data terbaru dari Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) yang saya kutip dari Kompas.com, tercatat Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan masa daftar tunggu terlama, yaitu 36 tahun.

Sementara itu, Provinsi Maluku menjadi daerah dengan masa tunggu tersingkat, yakni 14 tahun.

Yang jadi pertanyaan sekarang, bagaimana mempersiapkan biaya haji dengan cepat agar antrian tidak terlalu lama?

Untungnya, untuk dapat nomor antrian porsi haji, kamu bisa melakukan setoran awal sebesar Rp25 juta per kursi.

Dengan begini kamu bisa mengejar biaya setoran awalnya dulu. Minimal dapat porsi haji.

Jika kamu hanya mempersiapkan biaya haji dengan bermodalkan menabung di bank, hal tersebut bakalan menyita waktu dan uang. Karena umumnya bagi hasil dari tabungan haji belum bisa diharapkan.

Namun jangan khawatir, karena ada alternatif lain untuk menyiapkan dana biaya haji dengan cara investasi halal di reksa dana syariah.

Iya, reksa dana syariah bisa membantu kamu untuk mewujudkan impian menunaikan haji ke Baitullah.

Lalu, bagaimana cara nabung haji dengan reksa dana syariah? Apa alasannya reksa dana syariah cocok dijadikan tabungan haji? Dimana tempat terbaik untuk nabung dana haji?

Yuk simak ulas selanjutnya!

6 Alasan kenapa reksa dana syariah aman sebagai investasi halal untuk nabung haji

Ada banyak alasan kenapa reksa dana syariah cocok untuk dijadikan tempat untuk nabung halal biaya haji.

Mulai dari alasan kehalalannya hingga mudahnya nabung haji hanya dari genggaman.

1. Reksa dana syariah adalah halal

Majelis Ulama Indonesia (DSNMUI) telah mengizinkan umat Muslim untuk berinvestasi di reksa dana syariah, melalui fatwa nomor 20/DSN/MUI/IV/2001.

Pada fatwa tersebut, MUI menjelaskan bahwa reksa dana syariah merupakan reksa dana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip syariah Islam, baik dalam bentuk akad antara pemodal sebagai pemilik harta (sahib almal/ Rabb al Mal) dengan Manajer Investasi sebagai wakil shahib al-mal, maupun antara manajer investasi sebagai wakil shahib al-mal dengan pengguna investasi.

Saya pribadi, kalau sudah MUI memberi fatwa, langsung gas aja.

2. Aman dan diawasi oleh otoritas

Reksa dana syariah merupakan jenis instrumen investasi yang diawasi langsung oleh otoritas, yaitu OJK.

Semua pemain yang masuk dalam dunia reksa dana syariah bakalan diawasi, mula dari Manajer Investasi hingga APERD.

Jadi, kita bisa lega untuk nabung halal di reksa dana syariah.

3. Potensi imbal balik yang dihasilkan

Tidak bisa dipungkiri lagi jika imbal balik dari reksa dana syariah lebih tinggi dari tabungan haji biasa.

Hal ini bisa terjadi karena produk reksa dana syariah jenis saham bisa memberikan imbal balik hingga 9%. Tentu ini tergantung dari performa produk itu sendiri. Karena yang namanya investasi, ada risiko yang harus dihadapi.

4. Modal investasi terjangkau

Nabung haji di reksa dana syariah lebih terjangkau karena bisa dimulai dari Rp100.000.

Dengan modal yang kecil, kamu bisa mulai nabung biaya haji dari sekarang. Jangan tunggu udah nikah baru siapin dana haji. Karena kamu yang masih kuliah juga bisa siapin dari sekarang, sehingga setoran awal haji bakalan lebih terjangkau nantinya.

5. Dana investasi bisa diambil kapan aja

Pencairan dana investasi reksa dana juga gampang dan mudah. Bisa dari smartphone langsung dengan durasi maksimal 7 hari kerja untuk jenis reksa dana saham.

Tidak ada kontrak khusus saat kamu mulai nabung di reksa dana. Mau nabung dan tarik investasi kapan aja bisa.

6. Belinya mudah di aplikasi Bibit

Agar nabung haji lebih mudah, kamu bisa gunakan aplikasi Bibit.

Aplikasi Bibit merupakan marketplace reksa dana syariah terpercaya di Indonesia. Saat ini ada 30 produk reksa dana syariah yang bisa kamu beli di Bibit.

Jika kamu aktifkan Preferensi Syariah, maka hanya reksa dana syariah saja yang ditampilkan. Cara mengaktifkannya tinggal pergi ke halaman Profil, lalu pilih Preferensi Syariah.

Nabung Haji dengan Investasi Halal di Aplikasi Bibit
Hidupkan Preferensi Syariah untuk filter reksa dana syariah

Jika fitur syariah sudah aktif, Robo Advisor nantinya hanya akan merekomendasikan produk reksa dana syariah terbaik untuk kamu dibeli.

Mulai nabung haji lebih mudah bersama pasangan halal dengan fitur Bibit Bareng

Umumnya, pergi haji dilakukan bersama pasangan atau keluarga. Jarang saya dengar ada yang pergi haji sendirian.

Oleh karena itu, untuk memudahkan kamu dan pasangan pergi haji atau umroh bareng, bisa pakai fitur Bibit bareng. Nabung reksadana bareng pasangan jadi lebih halal di aplikasi Bibit.

fitur ini memungkinkan kamu dan pasangan untuk sama-sama disiplin menabung di reksa dana dengan satu tujuan yang sama.

Kamu bisa baca artikel saya ulasan tentang Bibit bareng di sini.

Bibit bareng juga dilengkapi dengan fitur nabung rutin loh. Jadi kamu dan pasangan bisa auto debit nabung biaya haji atau umroh dengan metode pembayaran Bank Jago atau Gopay.

Saya sudah coba cek langsung di aplikasi Bibit, dengan simulasi ke produk reksa dana saham syariah.

Nabung Haji dengan Investasi Halal di Aplikasi Bibit 1

Jika konsisten masing-masing nabung Rp600 ribu per bulan selama 5 tahun, kamu dan pasangan bisa kumpulkan biaya haji sebanyak Rp99.268.821.

5 tahun menurut saya adalah waktu ideal untuk nabung jadi dari sekarang kalau mau ibadah haji di umur 40an.

Karena kamu pasti tau, kalau ibadah haji itu butuh banyak tenaga, banyak jalan kakinya. Tentu lebih cocok kalau masih mudah segera ibadah haji jika sudah mampu.

Biaya naik haji memang mahal, tetapi bisa diwujudkan dengan cara menabung di reksa dana yang merupakan investasi halal di aplikasi Bibit.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat.

Jika ada pertanyaan atau mau sharing pengalaman kamu beli reksa dana syariah di Bibit, bisa tinggalkan komentar di bawah ini ya.

DISCLAIMER: Artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi saja, bukan sebuah perintah namun sebagai bahan pertimbangan dalam bertransaksi. Segala keuntungan maupun kerugian menjadi tanggung jawab investor dan merupakan bagian dari risiko fluktuasi pasar. BUY/SELL/HOLD ada ditangan Anda.

Cari artikel belajar investasi di Indonesia

  • Baca artikel GRATIS
  • Konsultasi investasi via email
  • Review platform investasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar kamu!
Silakan masukkan nama kamu di sini