Pertengahan tahun 2017 saya secara resmi menjadi seorang sarjana (S1) dari sebuah universitas swasta di Kabupaten Bekasi. Bidang study yang saya ambil adalah adminstrasi bisnis dengan konsntrasi Entrepreneur. Dalam proses belajar, saya lebih bayang berhubungan langsung tentang kewirausahaan, sehingga saat membuat skripsi saya lebih memilih membuat business plan (Di kampus saya bisa pilih antara skripsi research atau business plan sebagai tugas akhir).

Saya sadar pilihan mejadi seorang entreprenur adalah hal yang tidak mudah dan saya menikmati hal itu. Karena setelah bekerja dibeberapa perusahaan, saya merasa kurang nyaman bekerja secara rutin setiap harinya dengan tingkat stres yang tinggi.

Oleh karena itu, saat ini saya memutuskan untuk bekerja sebagai freelance di rumah sambil trading saham dan mengembangkan sebuah startup yang sudah saya bangun 3 tahun yang lalu.

Ya benar, saya memiliki sebuah startup yang fokus mengembangkan bisnis pariwisata, Visit Aceh namanya. Visit Aceh adalah startup yang saya bangun seorang diri dan berjalan secara auto-pilot selama 2 tahun akibat kesibukan saya kuliah, startup ini saya buat saat masih kuliah dulu.

Di tahun 2018 nanti, saya berencana membuat Visit Aceh lebih profesional dengan mendaftarkan sebagai perusahaan dan merekrut beberapa karyawan untuk dikembangan ke level yang lebih tinggi.

Tentu pilihan saya membangun startup di bidang pariwisata mempunyai alasan yang jelas, yaitu ingin menggali potensi pariwisata tersembunyi di daerah kelahiran saya, Aceh.

Besarnya potensi wisata yang dimiliki Aceh membuat saya berpikir untuk terjun ke bisnis pariwisata, khususnya setelah bencana dahsyat Gempa dan Tsunami yang menerjang 13 tahun yang lalu.

Bangkitnya Aceh Dari Bencana Tsunami Melalui Branding Visit Aceh dan Pengembangan Objek Wisata

Gempat dan Tsunami yang menerjang Aceh 26 Desember 2004 lalu merupakan titik balik dari bangkitnya kembali Aceh dari masa kelam setelah kisruh Gerakan Aceh Merdeka.

“Selalu ada hikmah dibalik cobaan yang kita dapat”, mungkin hal itulah yang dapat kita ambil pelajaran dari bencana dahsyat yang menimpa Aceh. Sejak terjadinya Tsunami, Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang penasaran akan maha dahsyatnya bencana Gempa dan Tsunami yang terjadi 13 tahun silam.

Kedahsyatan bencana tersebut dapa dirasakan oleh wisatawan melalui objek-objek peninggalan dahulu yang sengaja tidak di pindahkan agar menjadi saksi bisu bencana Gempa dan Tsunami. Berikut ini adalah bebarapa objek wisata tsunami yang paling di cari oleh wisatawan:

Logo+VBAY+2011+new.jpg (1600×1600)
Logo Visit Banda Aceh 2011. Sumber: http://odynugraha.blogspot.co.id

Melalui objek-objek wisata inilah muncul sebuah gagasan untuk mempromosikan pariwisata Aceh dengan branding “Visit Banda Aceh 2011”. Pada saat ini Banda Aceh merupakan kota dengan dampak Tsunami terberat di Aceh, sehingga Banda Aceh dijadikan pusat wisata untuk melihat objek sisa gempa dan Tsunami. Salah satu objek terbaik adalah Museum Tsunami Aceh yang diresmikan pada tahun 2009 dan dirancang oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil.

 

Melihat atusiasme parawisatan akan objek-objek wisata aceh, pemerintah Aceh meningkatkan skala wilayah wisata hingga ke seluruh Aceh, maka hadirlah sebuah branding baru “Visit Aceh 2013”.

logo-visit-aceh-2013-from-acehdesain.jpg (1600×1107)
Logo Visit Aceh 2013. Sumber: http://acehtourismagency.blogspot.co.id

Visit Aceh 2013 adalah event yang sangat besar pada saat itu yang dimeriahkan oleh berbagai macam perlombaan, salah satunya adalah lomba blog.

Saya adalah salah satu pesertanya. saat itu saya dalam posisi merantau karena kuliah, kurangnya material foto dan pendukung lainnya membuat saya tidak masuk sebagai pemenang.

Selain mengembangkan wisata situs Tsunami, pemerintah sangat mendukung pengembangan pariwisata aceh juga mulai dari wisata halal, wisata kuliner, hingga wisata sejarah. Hal ini dilakukan semata-mata bukan hanya untuk menarik penggunjung dari berbagai daerah dan mancanegara, namun juga untuk memberikan kemakmuran pada rakyat untuk mendapatkan manfaat perputaran ekomoni serta terus mendorong masyarakat untuk peduli akan potensi pariwista.

Saat ini Aceh telah merenovasi salah satu ikon wisata Aceh, yaitu Masjid Raya Baiturrahman yang bertujuan untuk memberikan nuansa baru dan perluasan area masjid seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

screenshot-75
Rancangan Perluasan Masjid Raya Baiturrahman, Gambar milik Pemerintah Aceh

Seperti yang saya kutip dari salah satu media online aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini sedang mempersiapkan sebuah bangunan di Taman Sari (Bustanul Salatin) Banda Aceh. Bangunan yang sedang dalam masa konstruksi tersebut adalah bangunan untuk museum digital pertama di Banda Aceh. Nantinya, museum tersebut bakal menjadi pusat pameran narasi kuno Aceh yang ditampilkan secara modern. Berikut ini gambar rancangan bangunan yang akan di bangun.

taman-sariSaat ini, New Taman Sari Banda Aceh telah dibangun secara bertahap sehingga akan rampung pada akhir tahun 2017.

Sebagai informasi, di tahun 2016 pemerintah Aceh telah menerbitkan brading baru setelah “Visit Aceh 2013”. Tidak tanggun-tanggung, dalam rangka mempositifkan Aceh di mata nasional dan internasional pemerintah Aceh terus mengenjot potensi pariwisata Aceh salah satunya dengan meluncurkan branding baru “The Light of Aceh” atau dalam bahasa indonesia “Cahaya Aceh” pada bulan Juli 2016 lalu. Ini merefleksikan semangat bagi seluruh masyarakat yang disatukan melalui Syariat Islam yang Rahmatan lil ‘alamiin, sebagai cahaya benderang yang mengajak pada nilai-nilai kebaikan, kemakmuran, dan memberikan manfaat serta kebaikan bagi semua pihak.

logo_cahaya-acehPeluncuran branding baru ini menujukkan keseriusan Aceh dalam menggarap dan menggali potensi pariwisata yang ada. Wisata Halal adalah salah satu fokus utama Aceh dalam membangun kepariwisataan. Bukan tanpa alasan, mengingat wisata dan gaya hidup halal telah menjadi trend global, wisatawan non-muslim juga dapat menikmati jenis wisata ini. Halal produk telah menjadi pilihan hidup masyarakat di dunia, bukan hanya karena mengikuti aturan syariah bagi muslim, namun juga alasan kesehatan bagi non-muslim.

Berkat gigihnya pemerintah Aceh dalam mengembangkan pariwisata, membuat saya juga ikut bersemangat dalam mempromosikan pariwisata Aceh.

VisitAceh.ID, Dimulai Dari Sini

Saya sadar setelah kalah lomba blog pada ajang Visit Aceh 2013, ternyata Aceh memiliki potensi pariwisata yang baik dan wajib dikembangkan.

Pada tahun 2015 saya mencoba untuk melakukan pencarian informasi-informasi wisata aceh dan ternyata hasilnya sangat memperhatinkan. Saya sangat sulit menemukan informasi umum tentang pariwisata Aceh.

Maka berdasarkan kekurangan itulah, pada tahun  2015 saya berinisiatif seorang diri menggagas Visit Aceh sebagai startup yang bergerak dibidang pariwisata berbasis web dengan alamat www.visitaceh.id yang bertujuan untuk memberikan informasi pariwasata Aceh sebagai online guide parawisatawan.

Visit Aceh adalah situs penyedia konten khusus pariwisata Aceh. Visit Aceh memuat konten infomasi wisata seperti, tempat wisata, paket tour, akomodasi dan konten informasi yang berkaitan dengan pariwisita khusus Aceh.

Visit Aceh memilki visi misi yang sama dengan DISBUDPAR Aceh untuk mempromosikan pariwisata aceh ke seluruh dunia. Sehingga tidak ada istilah dua matahari, karena Visit Aceh adalah startup yang membantu pemerintah dan para pelaku wisata.

Dalam perjalanannya, Visit Aceh melalui banyak rintangan yang baru akan terpecahkan 2018 mendatang. Maklum saja, saya baru selesai kuliah tahun ini dan kembali lagi ke Aceh dan pada tahun-tahun sebelumnya saya jarang di Aceh sehingga fokus saya sering terbelah antara kerjaan dan Visit Aceh. Oleh karena itu, pada tahun 2018 saya berkomitmen untuk memgembangkan Visit Aceh.

Walaupun dari tahun 2015 ke 2017 adalah masa auto-pilot Visit Aceh, sebenarnya saya sudah beberapa kali membuat trobosan-trobosan baru dalam mengembangkan Visit Aceh yang semulanya merupakan organisasi non-profit menjadi sebuah perusahaan.

Dalam konsep yang luas, Visit Aceh nantinya bukan hanya sebagai situs penyedia informasi wisata saja, namun juga ada paket wisata, situs belanja online dan direktori. Berikut adalah sitemap Visit Aceh.

Dari gambar diatas kamu dapat melihat bahwa Visit Aceh nanti akan memiliki 4 fokus yang berbeda, yaitu: Visit Aceh sebagai situs utama, Directory by Visit Aceh sebagai direktori, Travel by Visit Aceh sebagai layanan pesan paket tour hotel dan akomodasi, Forums by Visit Aceh sebagai forum terbuka untuk parawisatawan yang ingin berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, serta Store by Visit Aceh sebagai layanan situs jual-beli online produk khas Aceh.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pemaparan secara rinci dari situs-situs diatas:

  1. Visit Aceh -Main Site

Visit Aceh dengan domain www.visitaceh.id akan menjadi laman utama yang menyajikan informasi-informasi terkait pariwisata di Aceh, mulai dari sejarah Aceh, Destinasi wisata terbaik, informasi kuliner, informasi perjalanan wisita dan informasi umum lainnya.

2. Directory by Visit Aceh

Berbeda dengan situs utamanya, Directory by Visit Aceh adalah situs yang menyediakan informasi khusus objek-objek wisata, tempat makan, hotel, landmark dan masih banyak lagi yang akan menghubungkan langsung wisatawan ke objek wisata yang mereka inginkan dengan hanya mengklik “Go to direction” pada halaman objeknya.

Yang lebih hebatnya lagi, pengguna nanti bisa mendaftarkan diri sebagai anggota Visit Aceh dan menambahkan objek wisata baru pada halaman “Add Listing”, serta kemudahan untuk memberi review pada objek-objek wisata yang sudah mereka kunjungi. Situs ini sudah bisa diakses dengan alamat directory.visitaceh.id

3. Travel by Visit Aceh

Mencari akomodasi berupa penginapan dan paket wisata mungkin sudah bisa dipesan melalui situs penyedia agent travel online. Namun, tahukan kamu tidak semua akomodasi lengkap disana, ada beberapa daerah seperti Aceh yang akomodasinya tidak selengkap daerah lainnya. Oleh karena itu, Travel by Visit Aceh akan hadir pada tahun 2018 sebagai sarana penyedia akomodasi terlengkap di Aceh.

Travel by Visit Aceh akan menghubungkan parawisatawan dengan para pelaku bisnis akomodasi yang kurang dirilik dan minim ketenaran dibandingkan denan bisnis akomodasi yang sudah besar.

Rencana Travel by Visit Aceh akan menyediakan produk berupa paket tour, penyinapan murah seperti wisma atau homestay yang rama dengan backpaker, serta layanan sewa mobil selama liburan di Aceh.

4. Store by Visit Aceh

Tidak sempat bawa pulang oleh-oleh atau tidak ingin menambah beban barang saat kembali ke kota kamu? Store by Visit Aceh siap membantu parawisatawan untuk mengirimkan produk-produk khas Aceh.

Visit Aceh nantinya akan bekerja sama dengan berbagai pengrajin dan penyedia produk oleh-oleh untuk dimasukkan ke dalam situs belanja online Visit Aceh. Jadi, walaupun tidak sempat datang ke Aceh, kamu bisa membeli produk khas Aceh malalui situs online.

 

Sebenarnya secara resmi Visit Aceh ini belum diperkenalkan secara publik karena kontennya yang belum lengkap. Sebagai single fighter yang membuat situs Visit Aceh maka tidak mudah melakukannya seorang diri.

Dalam kesempatan lainnya, Visit Aceh juga kan membuat e-magazine sebagai panduan para wisatawan yang ingin ke Aceh.

banner2

Visit Aceh juga mempunyai program posting kartu wisata sacara digital di halaman sosial media.

Saat ini Visit Aceh mulai dirilik oleh komunitas penggiat pariwsiata, GenPi. Walaun tidak membawa langsung nama Visit Aceh, saya telah duduk bersama dan bergabung dengan GenPI Aceh, yaitu sebuah organisasi laskar pariwisata yang di gagas oleh Menteri Pariwisata Indonesia untuk mendongkrat daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang baik.

 

 Dengan bergambungnya saya dengan GenPi Aceh, diharapkan dapat berkolaborasi dengan berbagi ide untuk memajukan periwisata Aceh ke level yang lebih tinggi lagi, sehingga majunya pariwisata tidak hanya dapat dinikmati oleh para pelaku bisnis wisata yang sudah besar namun juga bagi mereka yang dari kalangan bawah.

Saya bercita-cita untuk membuat semua bisnis UKM masyarkat Aceh di ketahui oleh orang banyak melalui visitaceh.id

 

Dampak bersinarnya pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi daerah

Pernyataan yang mengatakan majunya pariwisata daerah dapat memakmurkan ekonomi daerah adalah benar adanya. Secara tidak langsung dengan adanya objek-objek wisata yang menarik di seuatu daerah, maka orang-orang pun akan pergi kesana. Dengan begitu parawisatawan yang datang pasti membelanjakan uang mereka untuk keperluan sehari-hari selama berwisata atau membeli oleh-oleh untuk dibawah pulang.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah Aceh juga menetapkan target kunjungan jumlah wisatawan untuk setiap tahunnya yang menargetkan peningkatan di setiap tahunnya serta perkiraan jumlah uang yang dikeluarkan wisatawan selama berkunjung ke Aceh, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.

wisatawan

wisata-aceh
Statistik pengeluaran parawisatawan ke Aceh (dalam rupiah)

Dari grafik bar diatas dapat kita lihat bahwa pengeluaran wisatawan yang berkunjung ditas terus meningkat. Dengan begi makan semakin besar pula penghasilan yang di dapat oleh masyarakat Aceh.

Akhir kata, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kelebihan untuk bisa belajar lebih banyak hal seperti mendesain grafis dan membuat website yang kedua bidang tersebut bukanlah termasuk dalam perlajaran yang selama ini saya pelajari di kampus sebagai seorang sarjana bisnis.

Berkat kemamapuan itulah, saya dapat menggabungkan ilmu otodidak (desain grafis dan web design) dan ilmu non-otodidak (bisnis, marketing dan business development) untuk menhadirkan sebuah startup pariwisata Visit Aceh yang digagas tidak hanya menggali potensi wisata di Aceh namun juga menghubungkan langsung para pengrajin dan pelaku usaha wisata yang selama ini tidak terlalu diketahui oleh orang lain sehingga dapat terhubung dengan calon konsumen mereka.

Sebagai salah satu resolusi 2018 yang ingin saya wujudkan, semoga Visit Aceh dapat kembali jaya dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sumber:

Pemerintah Aceh. (2016, July 1). 4 Tahun Pembangunan Aceh. Retrieved from http://www1-media.acehprov.go.id/uploads/4_Thn_Pembangunan_Aceh2016.pdf
Aceh, D. (2016, March 8). Rencana Strategis Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh Tahun 20112-2017. DISBUDPAR Aceh. Retrieved from http://disbudpar.acehprov.go.id/wp-content/uploads/2016/08/3.-Renstra-2012_2017.pdf
DISBUDPAR Aceh. (2016a, March 3). PATA Gelar Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan. Retrieved from http://disbudpar.acehprov.go.id/pata-gelar-pelatihan-dasar-sdm-kepariwisataan/
DISBUDPAR Aceh. (2016b, November 2). Kadisbudpar Aceh: Pariwisata Aceh Siap Go Digital. Retrieved from http://disbudpar.acehprov.go.id/kadisbudpar-aceh-pariwisata-aceh-siap-go-digital/
Bakri. (2016, June 12). Branding Baru, The Light of Aceh. Retrieved November 10, 2016, from http://aceh.tribunnews.com/2016/07/12/branding-baru-the-light-of-aceh
Dani, S. (2016, January 25). Banda Aceh Bakal Miliki Museum Digital. Retrieved November 10, 2016, from http://aceh.tribunnews.com/2016/01/25/banda-aceh-bakal-miliki-museum-digital
Fitri, A. (2016, October 31). Memajukan Pariwisata Aceh Lewat “Go Digital be The Best.” Retrieved from http://disbudpar.acehprov.go.id/memajukan-pariwisata-aceh-lewat-go-digital-be-the-best/

 

2 KOMENTAR

  1. hi , kak irfan bagus blognya , oh saya mau nanya klo ngebangun visitaceh.id dibangun sendiri atau dipercayakan ke developer konsultan atau gimana kak ? soalnya klo saya baca background nya kak irfan kan bukan programmer atau orang teknik ..

    thx

    • Hi… Terima kasih. semua situs visitaceh.id saya buat sendiri. kebetulan ada ilmu sedikit dibidang web development Worpdress yg saya pelajari secara otodidak. Tks

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.