1. Anda terlalu terpaku pada rekomendasi Broker

Rekomendasi broker yang dikirimkan menjelang pasar dibuka memang bukanlah hal yang asal-asal, mereka telah melakukan riset dan analsis teknikal sebelum memberikan rekomendasi terhadap nasabah.

Tapi perlu diingat, siapapun tidak dapat memprediksi pergeraka suatu saham. Jadi sebagus apapun analisis yang dilakukan oleh broker tidak perlu selalu dijadikan patokan anda untuk membeli saham.

Jika memang anda hanya mengharapkan analisis saham untuk dibeli dari broker, maka cermatlah dalam memilihnya. Anda juga dapat membandingkan rekomendasi saham harian dari beberapa broker di indonesia sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah saham.

2. Anda hanya ikut-ikutan orang lain

Nimbrung barent sesama trader di grup adalah hal yang menasyikan, kita bisa dapat bertukar informasi seputas saham yang akan dibeli dan direkomendasikan oleh orang-orang yang ada disuatu forum atau grup. Namun yang harus anda perhatikan adalah jangan terlalu ikut-ikutan orang lain. bila si A membeli saham XYZ, anda jangan asal ikut-ikutan beli saham XYZ pula. bisa jadi dia membeli saham tersebut jauh-jauh hari belum akhirnya terjadi aksi jual berbesaran ketika anda masuk ke saham XYZ.

Kalau mau ikut-ikutan orang lain, pilihlah secara cermat dan teliti. Jangan asal ikutan saja karena dapat menjerumuskan anda kedalam kerugian.

3. Anda malas menganalisa dan membaca berita

Sesibuk-sibuknya anda mungkin tidak ada salahnya untuk ikut mengetahui update terbaru seputas saham atau info pasar lainnya yang dapat mempengaruhi keadaan pasar saham. Perhatian sejenak terhadapat investasi saham anda dapat memberikan efek yang baik.

Yaa… setidaknya anda bisa mengikuti berita seusai dengan saham yang anda miliki. Misalnya saja anda seorang investor yang memiliki saham di perusahaan pertambangan minyak, maka tidak ada salahnya anda mengikuti berita tentang harga minyak, tren harga minyak, atau outlook harga minyak pada tahun depan, sehingga dengan mengetahui tren komoditas itu anda tahu kemana saham akan bergerak dan cepat mengambil keputusa jika hal buruk terjadi.

4. Anda tidak bisa mengendalikan “psikologi trading”

Dalam investasi saham, pengendalian psikologi adalah hal yang penting. Semakin bijak anda mengendalikan psikologi trading maka semakin mudah anda melakukan transaksi saham. Seperti contohnya bila anda membeli saham XZY, lalu diterpa isu miring yang belum pasti dan terjadilah panic selling di kalangan trader, lalu anda malah ikut-ikutan menjual saham yang dimiliki sedangkan isu tersebut bisa saja palsu. Ternyata saham XZY kembali menguat keesokan harinya karena isu buruk yang kemarin ternyata hanya hoax. Kalau sudah begini? siapa yang rugi.

Ada baiknya anda terlebih dahulu tenang dalam setiap isu atau berita yang bergulir, cermati dengan baik apakah isu tersebut masuk akal atau tidak berkaitan dengan perusahaan yang anda punya.

Biasa memang ada satu atau dua berita yang dapat menjatuhkan harga saham, tapi itu bisa hanya berlaku untuk janga pendek selama performa keuangan dan bisnis perusahaan baik. Jadi, kenapa harus panik juga ada isu miring tentang saham anda?

Inti dari 4 poin diatas adalah anda cukup berpatok pada tujuan akhir saja. Bila memang berniat untuk investasi selama 3 tahun, maka investasilah selama 3 tahun. Bila terjadi pernurunan harga saham, artinya anda cukup akumulasi saja asal masih batas wajar dan berada pada tren positif untuk 3 tahun kedepan.

 

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.