Aku, Maag, dan Mie Aceh kali ini akan membawa pembaca masuk kedalam perut saya.. Eehh maksudnya pengalaman pribadi saya. Aku, Maag dan Mie Aceh ini saya rasa seperti cinta segitiga yang masih saya jalani saat ini. Aku (saya) suka dengan Mie Aceh, Maag suka dengan Aku (saya), tapi Aku (saya) tidak suka dengan Maag.

Kembali lagi ke memori awal saat pertama kenal si Maag, saya itu masih kecil (mungkin sekitar usia SD). Dulu memang dikeluarga saya terkenal dengan anak yang malas makan, sehingga menyebabkan Maag muncul dan suka dengan saya. Tentu ini jadi masalah besar bagi orang tua saya, mulai susah karena anak yang dicintainya sakit. Mulai saat itu saya dipaksa makan teratur agar terbiasa hidup sehat menjaga lambung. Jadi intinya maag itu sudah ada saat saya kecil dulu.. huufftt.

Setelah tahun berganti tahun saya pun dewasa hingga saat ini. Walaupun maag tidak sering muncul karena makan sudah teratur, tetapi pola makannya mulai aneh. Nah.. disinilah saya mengenal dan jatuh cinta dengan Mie Aceh.

Sabagai informasi, Mie Aceh merupakan kuliner khas Aceh yang wajib dicoba. Mie ini tergolong extreme karena rasanya yang pedas (biasanya memang disajikan pedas) dan menggandung rempah-rempah khusus yang membuatnya memiliki rasa unik dan berbeda dengan mie lainnya.

Cinta saya kepada Mie Aceh terjadi begitu saja, saya sering makan sampai tidak bisa dihitung berapa kali dalam seminggu. Maklum saya anak Aceh, jadi Mie Aceh itu sudah melekat di darah daging saya haha..

Kendala muncul saat saya masuk perkuliahan karena harus merantau ke kota besar untuk menuntut ilmu, jauh dari keluarga, jauh dari Mie Aceh. Status “anak rantau” mulai saya sandang sejak tahun 2011 sampai saat ini.

Kangen Mie Aceh

Sebagai anak rantau yang jauh hari rumah.. saya sangat merindukan keluarga dan Mie Aceh serta asakan khas Aceh lainnya. Percaya atau tidak, saat saya kembali ke Aceh (biasanya naik pesawat pagi), malamnya saya langsung beli Mie Aceh langganan saya di dekat rumah. Maklum saja, saya kalau pulang ke Aceh itu biasa setahun 2 kali doang. Jadi, sampai rumah kuliner dulu yang jadi checklist must do ketika sampai di Aceh.

Sebernya tidak hanya Mie Aceh, saya juga suka sekali dengan Martabak Aceh. Jadi karena tempat langganan saya itu jual Martabak juga, saya sangat sering mengkombinasikan Mie Aceh dengan Martabak Aceh. Eemmm… yummy sekali (aduh, jadi ngiler deh sambil nulis).

Lihat foto Instagram saya dibawah ini, foto Mie Aceh terbaik yang pernah saya potret, lezat kan, hehehe

Namun untunglah, Mie Aceh sekarang mulai menjamur layaknya rumah makan padang sehingga saya mudah menemukannya di sudut kota Jakarta, tempat saya tinggal sekarang. Pemilihan tempat tinggal pun tidak sembarang, saya memilih Setia Budi di Jakarta Selatan sebagai tempat tinggal karena dikenal tempat jual Mie Aceh yang enak dan lezat. Kerinduan saya dengan Mie Aceh kini sedikit terobati dengan Mie Aceh yang ada di Setia Budi tersebut.

path2

Penemuan Mie Aceh di Setia Budi tidaklah mudah, setidaknya saya sudah mencoba dibeberapa tempat daerah Jakarta Selatan seperti di Benhil pada tahun 2014 lalu yang sempat saya abadikan pada media sosial dibawah ini.

path1

Warung Mie Aceh favorit saya di Setia Budi

Untuk saat ini bila saya ingin makan Mie Aceh hanyu cukup ngesot, beberapa meter dari kontrakan langsung dapat menjumpai rumah makan Mie Aceh. Setiap kali makan Mie Aceh dan Kopi Aceh selalu mengingatkan saya pada rumah dan keluarga di Aceh.

COLIDAN, sahabat sejati lambung atasi maag

Kecintaan saya pada Mie Aceh tentu tidak semulus yang dibayangkan. Terkadang saya dihantui oleh rasa cemburu Maag pada Mie Aceh sehingga bisa muncul kapan saja.

Lalu bagaimana saya mengatasi rasa cemburu Maag agar bebes makan Mie Aceh?

Jawabannya sangat mudah, karena ada COLIDAN obat penyakit maag. Dengan Colidan, kini tidak perlu takut lagi untuk makan makanan berminyak dan berkolesterol yang dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan menyebabkan maag.

COLIDAN memiliki khasiatnya yang luar biasa, serta pengaruh obat yang cepat. Sehingga tidak heran bisa dibilang sebagai sahabat sejati lambung atasi maag. Berbeda dengan obat lainnya COLIDAN merupakan obat sakit maag yang terbuat dari bahan alami, sehingga dapat dikonsumsi untuk memelihara kesehatan lambung. Jadi, jangan tunggu sakit untuk konsumsi COLINDAN ya.

[ytp_video source=”vBLgX8UHRjY”]

Oh ya, COLIDAN buatan PT Pharos Indonesia sudah diregestrasi di POM loh, jadi tidak perlu ragu dan khawatar akan kandungan dalam obatnya. COLIDAN dapat digunakan sebagai obat penyakit maag dan obat asam lambung.

Kenapa harus COLIDAN?

COLIDAN merupakan suplemen yang baik untuk lambung, sehingga bukanlah obat biasa. Selain dapat menyembuhkan, COLIDAN baik digunakan untuk menjaga kesehatan lambung. Karena COLIDAN berasal dari intisari ganggang laut coklat yang merupakan bahan alami dan berasal dari perairan laut lepas Okinawa Jepang. Ganggang coklat yang dijadikan bahan baku COLIDAN merupakan species unik dan hanya terdapat di perairan laut lepas Okinawa Jepang ini, sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat Jepang untuk menjaga dan memelihara kesehatan lambung. Jadi, tidak perlu ragu untuk mengkonsumsi COLIDAN secara teratur setiap hari.

Setalah ada COLIDAN obat penyakit maag, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan soal lambung, Maag.. Lewaattttt. Jadi, tidak ada hambatan lagi bagi saya untuk makan enak yang pedas-pesar khususnya Mie Aceh.

eating

 

 

Tinggalkan Komentar

Mohon masukkah komentar kamu
Masukkan nama kamu